Elpiji 3 Kg di Lutim Langka, Diduga Dijual ke Kolaka Utara dan Morowali

By Redaksi 07 Mar 2018, 11:31:22 WITAEkonomi

 Elpiji 3 Kg di Lutim Langka, Diduga Dijual ke Kolaka Utara dan Morowali

Malili, Lutimterkini- Dalam dua pekan terakhir warga di kecamatan Nuha dan Malili kabupaten Luwu Timur mulai resah dengan kelangkaan gas elpiji 3 Kg. Kuat dugaan tabung gas yang diproduksi Pertamina itu dijual ke luar daerah. Kelangkaan ini menyebabkan harga Elpiji di tingkat pengecer melonjak tinggi hingga Rp. 30 ribu. 

" Sudah 2 minggu ini pak elpiji langka. Biasanya stok atau jatah kami dari agen berkisar 150 tabung setiap pekan. Sekarang tinggal 50 tabung saja, itupun langsung ludes terjual," tutur Abdul Salam, salah satu pemilik pangkalan Elpiji di Malili kepada Lutimterkini.com, Rabu (07/03/2018). 

Dia mensinyalir tabung-tabung gas tersebut dibawa atau dijual ke luar daerah Luwu Timur. " Beberapa konsumen yang datang membeli mengakui sulit mendapatkan elpiji karena memang stoknya kosong di pengecer. Katanya dijual ke Kolaka Utara dan Morowali, " ucapnya meneruskan pengakuan sejumlah konsumen. 

Informasi yang dihimpun Lutimterkini.com menyebutkan, Elpiji yang dibawa atau dijual ke luar daerah  memang menjanjikan keuntungan lebih. " Kalau dibawa ke sana (Kolaka Utara) harganya mencapai Rp. 24 ribu. Kalau di Morowali bisa sampai Rp. 45 ribu dan digunakan di base camp lokasi penambangan," ujar Ikmal warga desa Baruga kecamatan Malili. 

Warga berharap instansi pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum bisa menertibkan sekaligus menindak tegas oknum-oknum yang terlibat dalam praktik kecurangan penyaluran elpiji di Luwu Timur. " Kami khawatir masyarakat akan semakin resah jika praktik curang ini terus berlanjut.Dinas terkait dan aparat kepolisian harus turun ke lapangan," pinta Ikmal. 

Dikonfirmasi terpisah, kepala dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Luwu Timur Rosmiyati Alwi, mengakui tengah menelusuri penyebab kelangkan elpiji 3 Kg. " Sudah kami bentuk tim ke lapangan untuk mengecek di pangkalan, pengecer dan distributor. Semoga masalah ini (kelangkaan) bisa teratasi dan pelayanan elpiji kepada konsumen bisa normal kembali," imbuh Rosmiyati. (LT/ACS). 

           
Tulis Komentar di Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Semua Komentar

Tulis Komenter