Andi Hatta Reses di Tapal Batas Lutim-Lutra, Warga Minta Penanganan Sungai Bungadidi

By Redaksi 11 Feb 2020, 10:11:16 WITADaerah

Andi Hatta Reses di Tapal Batas Lutim-Lutra, Warga Minta Penanganan Sungai Bungadidi

Burau, Lutimterkini-  Anggota DPRD Propinsi Sulawesi Selatan, Andi Hatta Marakarma melaksanakan temu konstituen dan reses perseorangan di desa Lauwo  kecamatan, Burau, Luwu Timur, Senin  (10/02/2020). Desa Lauwo merupakan wilayah perbatasan Luwu Timur dengan kabupaten Luwu Utara.

 

Reses mantan bupati Luwu Timur ini dihadiri asisten 3 Pemkab Luwu Timur, Askar, Pemerintah kecamatan Burau dan tokoh masyarakat setempat. " Sebelum berkiprah di DPRD Sulsel, Opu Andi Hatta dikenal sebagai bupati Luwu Timur 2 periode dan telah meletakkan pondasi  pembangunan dan tentu saja pelaksanaan program pembangunan  di daerah ini. Olehnya itu, pada kesempatan ini saya minta masyarakat untuk menyampaikan aspirasi agar bisa diperjuangkan di tingkat propinsi sesuai dengan kapasitas beliau sebagai perwakilan masyarakat di daerah pemilihannya," imbuh Askar dalam sambutannya.

 

Pada kesempatan itu, Andi Hatta Marakarma kembali menyampaikan ucapan terima kasihnya atas dukungan yang selalu diberikan masyarakat Luwu Raya, khususnya di kabupaten Luwu Timur seraya mengajak masyarakat dan pemerintah untuk selalu bersinergi dalam rangka membangun daerah. " Sebagai legislator, kami dengan penuh amanah dan tanggung jawab berjuang untuk mengawal aspirasi kita semua. Marilah kita bekerja dan bertindak sesuai dengan kapasitas dan porsi kita masing-masing. Reses ini bertujuan untuk menyerap aspirasi warga untuk selanjutnya dikonsultasikan dengan pemerintah Propinsi," tutur Andi Hatta.  

 

Dalam sesi  penyampaian aspirasi, salah seorang tokoh masyarakat  Lauwo, Andi Masrun, meminta perhatian pemerintah Propinsi agar dapat menangani Sungai Bungadidi. "  Di Musim penghujan Sungai Bungadidi yang merupakan pembatas antara kabupaten Luwu Timur dan Luwu Utara kerap meluap. Akibatnya musibah banjir melanda pemukiman warga di tapal batas Luwu Timur- dan Luwu Utara. Selain merendam rumah, juga merusak infrastruktur dan areal pertanian dan perkebunan pada dua kabupaten ini," pinta Masrun.

 

Dia melanjutkan, selama ini Sungai Bungadidi tidak jelas penanganannya, apakah di bawah kendali Pemkab Luwu Timur atau Luwu Utara. " Kami meminta pemerintah Propinsi bisa turun tangan menyelesaikan polemik permasalahan penanganan Sungai Bungadidi," pungkasnya. (LT/ACS).

           
Tulis Komentar di Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Semua Komentar

Tulis Komenter