Begini Pernyataan Manajemen PT. Vale Perihal Kecelakaan Bus Karyawan Yang Merenggut Korban Jiwa

By Redaksi 18 Feb 2019, 08:49:39 WITAHukum

Begini  Pernyataan  Manajemen PT. Vale Perihal Kecelakaan Bus Karyawan Yang  Merenggut Korban Jiwa

Sorowako, Lutimterkini-  –Manajemen PT. Vale Indonesia Tbk merilis statement terkait musibah bus karyawan yang merenggut 1 korban jiwa di kecamatan Wasuponda. Berikut statement lengkap manajemen PT. Vale yang diterima Lutimterkini.com :

 

PT Vale menginformasikan bahwa telah terjadi kecelakaan pada Senin, 18 Februari 2019, pukul 07:10 yang melibatkan bus angkutan karyawan PT Vale, dengan nomor polisi DP 7261 GB. Bus tersebut mengangkut 23 orang karyawan tambang dan pabrik yang telah bekerja pada shift malam dan akan kembali ke rumah.

 

Dalam perjalanan ,bus terbalik pada pembelokan akhir memasuki kota Wasuponda. Saat ini penyebab kecelakaan masih diselidiki oleh tim PT Vale dan aparat kepolisian. Tim Fire & Rescue, tim medis, tim general facilities, tim construction and road maintenance PT Vale sudah berada di lokasi untuk mengevakuasi para korban. 

 

Kecelakaan bus tersebut telah mengakibatkan satu korban meninggal dan 15 korban luka-luka yang saat ini sudah dievakuasi dan di rawat di Rumah Sakit PT Inco Sorowako.  Korban meninggal teridentifikasi atas nama Laurensius Laba, karyawan tambang berusia 52 tahun dengan posisi Senior Mining Operator Screening Station C. Manajemen PT Vale saat ini telah berada di rumah korban meninggal untuk memberikan dukungan yang diperlukan keluarga.

 

“Kami menyampaikan penyesalan dan duka yang sangat mendalam atas terjadinya kecelakaan ini, yang telah mengakibatkan meninggalnya salah satu karyawan kami atas nama Laurensius Laba. Kejadian ini membuat saya pribadi sangat terpukul, dan saya telah meminta seluruh jajaran manajemen untuk memberikan dukungan yang diperlukan kepada keluarga pak Laurentius Laba. Kami juga akan  mengusahakan secara maksimal pemulihan korban luka yang saat ini sudah ditangani di rumah sakit perusahaan. Dua hal ini menjadi fokus utama saat ini. Kami akan menunggu hasil investigasi dari pihak-pihak terkait untuk menentukan langkah perbaikan yang diperlukan kedepan” ungkap Nico Kanter. (LT/ACS/Rilis).

 

 

           
Tulis Komentar di Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Semua Komentar

Tulis Komenter