Ini Tips Cara Budidaya Merica Yang Baik

By 01 Mei 2016, 11:48:58 WITAEkonomi

Ini Tips Cara Budidaya Merica Yang Baik

Malili, Lutimterkinicom - Kabupaten Luwu Timur merupakan salah satu daerah di Propinsi Sulawesi Selatan bahkan di Indonesia yang dikenal penghasil beberapa jenis tanaman rempah. Salah satunya tanaman lada atau merica.

Bahkan saat ini sebagian warga khususnya di Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur kini menggantungkan hidup dengan berkebun merica. Namun dibalik geliat masyarakat mengembangbiakkan tanaman rempah yang terbilang mahal ini, belum sebanding dengan pengetahuan yang dimiliki masyarakat itu sendiri.

Berikut beberapa tips cara budidaya merica yang baik.

Hal pertama yang harus anda ketahui adalah karakteristik dan syarat tumbuh tanaman merica ataulada. Agar dapat tumbuh dengan subur, jenis tanaman ini memerlukan beberapa syarat seperti curah hujan antara 2.000 sampai 3.000 mm per tahun, cukup mendapat sinar matahari, suhu udara antara 20 sampai 34 derajat Celcius, kelembaban udara antara 60 hingga 80 persen, serta terlindung dari hembusan angin kencang.

Mendapatkan bibit lada yang baik adalah salah satu syarat utama yang harus anda lakukan sebagai tahap persiapan dalam budidaya tanaman lada. Ada berbagai cara yang bisa anda lakukan untuk mendapatkan bibit lada dengan kualitas baik. Anda dapat melakukan proses pembibitan sendiri dengan menggunakan biji atau anda juga bisa membeli bibit lada siap tanam dari para penyedia bibit lada.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam cara bercocok tanam tanaman lada adalah pengolahan atau persiapan media tanam. Adapun syarat-syarat media tanam yang baik antara lain adalah kaya akan bahan organik, tidak tergenang, tidak terlalu kering, memiliki pH seimbang, memiliki kandungan humus yang baik, kemiringan lahan tidak lebih dari 300, ketinggian lahan antara 300 sampai 1.100 m dari permukaan laut. Jenis tanah yang bisa digunakan antara lain adalah Lateritic, Latosol, dan Utisol.

Pembibitan dan Teknik Penanaman

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses pembibitan adalah kemurnian jenis bibit, berasal dari induk yang sehat, bebas dari hama, serta berasal dari induk yang sudah berumur antara 1 sampai 3 tahun. Kebutuhan bibit per hektar adalah rata-rata 2.000 bibit.

Selain pembibitan, hal lain yang perlu diketahui mengenai cara budidaya tanaman lada adalah cara pengolahan media tanamnya. Mencangkul dan mengapuri lahan adalah hal penting agar lahan menjadi gembur dan terjaga tingkat keasamannya. Perlu diperhatikan juga dosis kapur yang digunakan dalam proses pengapuran agar didapat lahan dengan tingkat keasaman yang seimbang.

Teknik atau cara tanam yang digunakan dalam proses budidaya tanaman lada adalah system monokultur dengan jarak tanam 2 x 2 m. Lubang tanam dibuat dengan bentuk limas dengan kedalaman sekitar 50 cm. Lubang harus dibiarkan selama 10 sampai 15 hari sebelum ditanami dengan bibit. Waktu penanaman yang ideal adalah pada musim hujan. Jangan lupa untuk menambahkan pupuk kandang pada saat proses penanaman bibit.

Hal lain yang perlyu diperhatikan dalam cara menanam lada adalah pembuatan sulur panjat. Tanaman lada adalah termasuk tanaman merambat sehingga anda harus menggunakan tiang panjat sebagai tempat bagi tanaman untuk merambat dan tumbuh dengan baik. Pada awal penanaman dapat dibantu dengan mengikat tanaman pada tiang rambat yang dapat dilepas dengan mudah ikatannya apabila tanaman telah kuat melekat pada tiang rambat.

Selain penanaman yang baik, perlu juga dilakukan proses perawatan untuk menjaga kualitas lada yang dihasilkan. Perawatan tanaman lada antara lain adalah penyiangan, pemangkasan, pemupukan berkala, pengairan, pemberian mulsa, serta pengendalian hama. (Int/LT)

           
Tulis Komentar di Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Semua Komentar

Tulis Komenter