Jelang Pilkada Lutim 2020, Sebagai Petahana Husler Diingatkan Tak Terlalu Jemawa

By Redaksi 13 Jun 2019, 12:34:44 WITApilkada lutim

Jelang Pilkada Lutim 2020, Sebagai Petahana Husler Diingatkan Tak Terlalu Jemawa

Malili, Lutimterkini- Status incumbent atau petahana yang disandang kepala daerah yang akan maju kembali di pilkada 2020 mendatang, bukan jaminan untuk memenangkan pesta demokrasi di daerahnya. Setidaknya, sang incumbent diingatkan untuk tidak jewama alias  over confidence. Di tahun 2020 mendatang sebanyak 270 daerah akan menggelar pilkada, termasuk di kabupaten Luwu Timur.

Pengamat Komunikasi dan Politik Universitas Hasanuddin, Aswar Hazan, kepada Lutimterkini.com, Kamis (13/06/2019) mengatakan pilkada 2020 mendatang diprediksi ramai dan dinamis. Disebut dinamis karena petahana (termasuk Muhammad Thorig Husler) akan mencalonkan diri lagi. “ Juga belum bisa dipastikan apakah Husler dan Irwan masih bersama atau berhadapan. Tentu kalau keduanya nyalon pasti akan lebih ramai,” ulas Aswar.

Faktor kedua urainya adalah, pilkada Lutim akan mengundang antusiasme tokoh-tokoh Luwu Timur untuk maju di pilkada yang berimbas pada munculnya sejumlah figur sebagai bakal calon. “ Faktor-faktor tersebut menjadi implikasi yang harus dipertimbangkan Husler sebagai petahana,” lanjutnya.

Majunya sejumlah figur di pilkada Luwu Timur mengindikasikan adanya keinginan menggantikan petahana. “ Ada fenomena ketidakpuasaan terhadap kinerja incumbent yang mendorong munculnya figur-figur dan bakal calon di pilkada termasuk Luwu Timur,” sebut Aswar.

Olehnya itu, Aswar yang juga salah  satu tokoh wija to Luwu ini menilai fenomena tersebut juga akan menggerakkan partispasi dan aspirasi masyarakat. “ Dengan kondisi ini, maka petahana tidak boleh terlalu jemawa atau over confidence apalagi jika keduanya (Husler-Irwan) saling berhadap-hadapan,” urainya.

Lebih lanjut Aswar Hasan membeberkan, jikapun Husler- Irwan berpisah di pilkada 2020 nanti maka memungkinan membangun potensi kemenangan di calon lainnya. “ Jikapun berpisah, maka baik Husler maupun Irwan harus mendapatkan pasangan yang kuat, refresentatif, harus memiliki potensi untuk menambah perolehan suara dan tidak saling menggerus. Setidaknya kedua pasangan harus saling mengisi dan calon pendamping bisa melanjutkan capaian petahana selama ini,” pungkas Aswar. (LT/ACS).

 

           
Tulis Komentar di Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Semua Komentar

Tulis Komenter