Kisruh Lahan HGU, DPRD Lutim Panggil Manajemen PT Sindoka

By Redaksi 15 Okt 2019, 12:34:21 WITADaerah

Kisruh Lahan HGU, DPRD Lutim Panggil Manajemen PT Sindoka

Malili, Lutimterkini- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Luwu Timur memanggil manajemen PT. Sinar Indonesia Merdeka (Sindoka), selaku pemegang hak guna usaha (HGU) di kecamatan Mangkutana dan Kalaena. Pemanggilan ini terkait keluhan warga Mangkutana Raya yang disurati PT. Sindoka untuk mengosongkan lahan serta mencabut tanaman di atas lahan HGU.

Dalam hearing ini, manajemen PT. Sindoka diwakili manajer sekaligus kepala operasionalnya Rahmat Darmawan. Sementara dari pemkab Luwu Timur dihadiri asisten pemerintahan Dohri Asari. Rapat tersebut dipimpin langsung ketua DPRD Luwu Timur Amran Syam didampingi sejumlah legislator Luwu Timur lintas fraksi, Selasa (15/10/2019) di gedung DPRD Luwu Timur.

“ Kami (DPRD Timur) telah mengagendakan rapat hari ini sebagai tindak lanjut dari keluhan masyarakat di kecamatan Mangkutana dan Kalaena. Warga di daerah itu diperintahkan mengosongkan lahan dan mencabut semua tanaman di atas lahan HGU sesuai dengan surat yang dilayangkan manajemen PT. Sindoka,” tutur Tugiat anggota DPRD Luwu Timur dari Fraksi Nasdem.

Menurut Tugiat, lahan HGU seluas 3509 Hektar yang dikuasai PT. Sindoka sejak tanggal 31 Desember 2107 lalu telah berakhir masa berlakunya. “ Menurut ketentuan 2 tahun sebelum HGU berakhir, maka perusahaan wajib mengurus perpanjangan. Nah, setelah kami kros cek ternyata belum dilakukan perpanjangan oleh PT. Sindoka hingga saat ini,” sambung Tugiat. Berdasarkan fakta ini lanjut Tugiat, maka status lahan HGU yang selama ini dikuasai PT. Sindoka harus dikembalikan kepada Negara.

Sementara itu asisten pemerintahan Luwu Timur, Dohri Asari mengatakan pemerintah daeah meminta kepada PT. Sindoka untuk tidak melakukan kegiatan fisik di lapangan sebelum proses permohonan HGU nya rampung di kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR).

Sekadar diketahui, lahan HGU yang dikuasai PT. Sindoka seluas 3.509 hektar berlokasi di kecamatan Mangkutana dan Kalaena dan tersebar pada 4 desa yakni Teromu, Karoncia, Kasintuwu dan Non Blok. (LT/ACS).

           
Tulis Komentar di Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Semua Komentar

Tulis Komenter