Matano Geopark Langkah Menuju Warisan Dunia

By Redaksi 15 Mei 2019, 08:40:13 WITASeni & Budaya

Matano Geopark Langkah Menuju Warisan Dunia

Sorowako, Lutimterkini- Wacana menjadikan Danau Matano sebagai Warisan Dunia telah beberapa kali digelontorkan dalam bentuk event-event lokal seperti Festival Danau Matano yang telah dilaksanakan sejak tahun 2009. Beberapa kajian akademis Danau Matano bahkan telah menghasilkan lulusan sarjana, master, doktor hingga professor di Universitas dalam dan luar negeri,  Sehingga menggelitik beberapa pemuda Sorowako untuk membicarakan tentang Geopark Danau Matano.

 

Beberapa penggagas konsep Geopark Danau Matano ini kemudian berkumpul di Toffeen Coffee Desa Sorowako, Selasa (14/5/2019). Di antaranya, Iwan Sumantri dari Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, Yusriana dari Ikatan Ahli Arkeolog Indonesia Komda Sulampapua, Abdullah, perwakilan Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulawesi Selatan, Komunitas pemerhati danau matano, Yadi Mulyadi dari Pusat Kajian Arkeologi untuk Masyarakat (DKAUM), Jihadin Peruge Kepala Desa Sorowako dan pemuda-pemudi yang menyebut diri sebagai pemerhati Danau Matano.

 

“Geopark tidak hanya berbicara tentang fenomena alam secara geologi dalam sebuah kawasan, namun juga terkait kehidupan yang ada di dalamnya, yaitu manusia, hewan dan tumbuhan. Geopark juga dimaknai sebagai kawasan konservasi dan perlindungan, yang juga dapat dikembangkan menjadi obyek dan daya tarik wisata. Yang paling penting adalah Matano sudah diidentifikasi sebagai Geoheritage oleh ESDM sehingga perlu dilindungi,” jelas arkeolog Unhas Iwan Sumantri.  

 

“Saya sangat mendukung ide pembentukan Geopark ini, apalagi sejalan dengan visi kami di desa Sorowako terkait dengan pengelolaan lingkungan khususnya Sampah. Karena dengan menjadikan Geopark ini, tentunya isu lingkungan dan menjaga kebersihan akan menjadi hal yang utama untuk dilakukan,” ujar Jihadin.

 

Lebih lanjut, Kepala Desa yang kerap disebut Pakde Jiha ini menjelaskan bahwa hal yang terpenting dalam sebuah program adalah efek yang ditimbulkan. “Program Geopark ini ternyata memiliki efek domino utamanya dalam peningkatan taraf hidup masyarakat yang ada di sekitarnya. Sehingga saya berharap, dukungan semua pihak untuk menyukseskan program ini,” pungkasnya.

 

“Langkah konkrit sangat dibutuhkan dalam mencapai Geopark, sehingga dalam waktu dekat ini kita akan mengupayakan sebuah workshop dengan mengundang seluruh elemen masyarakat yang terkait guna memberikan pemahaman bersama akan pentingnya Geopark ini. Selain itu akan dibentuk Badan Pelaksana dengan SK Bupati yang bertugas untuk mengawal program ini sehingga terbentuk Geopark Matano,” jelas Jihadin yang juga didaulat sebagai Ketua Persiapan Pembentukan Geopark Danau Matano.

 

Secara sederhana, Geopark dipahami sebagai sebuah kawasan yang berisi aneka jenis unsur geologi yang memiliki makna dan fungsi warisan alam. Selain itu, Geopark mengandung sejumlah situs geologi yang memiliki makna dari sisi ilmu pengetahuan, kelangkaan, keindahan dan pendidikan yang tidak hanya terbatas pada aspek geologi saja, tetapi juga aspek lain seperti arkeologi, ekologi, sejarah dan budaya. (LT/ACS/SS).

 

           
Tulis Komentar di Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Semua Komentar

Tulis Komenter