Nasabah Pegadaian Malili Merasa Dirugikan, Ini Masalahnya

By redaksi 08 Jan 2018, 08:55:27 WIBDaerah

Nasabah Pegadaian Malili Merasa Dirugikan, Ini Masalahnya

Malili,Lutimterkini - Salah seorang ahli waris nasabah Pegadaian Cabang Malili, Luwu Timur merasa dirugikan pihak pegadaian. Pasalnya, klaim asuransi terhadap istrinya yang telah meninggal dunia tak digubris.

Kepada Pewarta Lutimterkini, ahli waris yang enggan disebut namanya ini menceritakan awal mula saat istrinya masih hidup, dia menggadaikan emas berupa kalung dan gelang kepada pihak Pegadaian Malili tahun 2014 lalu dengan total pinjaman kurang lebih sebesar 100 juta rupiah. 

" Akhir tahun 2016 istri saya meninggal dunia. Pasca meninggalnya istri, saya tetap membayar bunga pinjaman sampai tahun 2017. Saat itu berdasarakan informasi yang saya dapat, ternyata proses pegadaian itu diback up oleh asuransi proteksi. Nah, saat itu juga saya langsung melakukan pengurusan. Namun hingga saat ini tidak disetujui oleh pihak pegadaian," Kisahnya.

Dia menuding ada permainan dari pihak instansi "plat merah" itu sehingga asuransi tersebut tidak disetujui. Pasalnya, selain emas almarhum istrinya juga pernah menggadaikan mobilnya (tahun 2015). Namun sepeninggal istrinya, hanya jaminan mobil yang dihanguskan oleh pihak pegadaian sementara jaminan emas tidak.

" Dua pinjaman atas nama yang sama hanya bedanya soal waktu saja, namun hanya satu yang disetujui asuransinya. Kan aneh toh. Lagian, saya hanya membutuhkan kopian klausul asuransi tersebut, saya mau lihat bagaimana isi perjanjiannya, namun lagi-lagi pegadaian tidak memberi itu," Sambungnya.

Sementara itu, Pemimpin Cabang Pegadaian Malili yang ditemui pewarta, Senin (08/01/18) Muh.Syafei Rauf menjelaskan klaim asuransi yang diajukan nasabah tidak bisa diakomodir sebab asuransi proteksi itu berlaku tahun 2017, sementara istri yang bersangkutan meninggal tahun 2016.

" Saya tidak berani melanggar aturan yang ada. Lagian saat istri beliau meninggal tidak ada informasi atau laporan yang masuk ke kami. Jadi, kami mohon maaf," Terangnya

Soal permintaan suami nasabah yakni kopian klausul perjanjian asuransi tersebut, pihaknya menyerahkan hal ini kepada Kanwil Pedagaian Sulsel.

" Silahkan yang bersangkutan berhubungan dengan Legal Officer (LO) kami yang ada di Kanwil," Tutup Syafei. (Rifal/LT)
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment