Petani di Lutim " Curhat " ke Legislator Golkar Sulsel Soal Anjloknya Harga Lada

By Redaksi 08 Nov 2019, 00:44:07 WITADaerah

Petani  di Lutim " Curhat " ke Legislator Golkar Sulsel Soal Anjloknya Harga Lada

Malili, Lutimterkini- Ratusan warga desa Lakawali dan Lakawali Pantai di kecamatan Malili kabupaten Luwu Timur, antusias mengikuti reses yang digelar Andi Hatta Marakarma, anggota DPRD Sulawesi-Selatan dari Fraksi Golkar. Temu konstituen legislator Sulsel yang juga mantan orang nomor satu di Bumi Batara Guru ini, berlangsung  di desa Lakawali, Kamis (07/11/2019).

"Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada warga Luwu Timur, khususnya masyarakat Lakawali dan Lakawali Pantai yang sangat antusias mengikuti reses kami di daerah ini dalam rangka mendengarkan usulan masyarakat tentang program pembangunan yang akan dilakukan di waktu mendatang," ucap Andi Hatta menyapa konstituennya.

Dia mengatakan masukan dan aspirasi yang disampaikan dalam petemuan ini akan diserap dan diteruskan kepada pemeintah propinsi Sulawesi Selatan dan diharapkan sinergi dengan program pembangunan yang dicanangkan pemkab Luwu Timur.

Dalam sesi tanya jawab di reses tersebut, salah seorang petani lada, Majid,  mengungkapkan keluh kesahnya mengenai anjloknya harga lada di pasaan saat ini. " Harga lada yang dulunya menguntungkan petani kini turun drastis. Pemerintah diminta memberi perhatian khusus sebagai bentuk kebepihakan kepada petani. Saya kira masalah anjloknya harga komoditi pertanian seperti gabah dan lada harus segera dicarikan solusi. Pemerintah tidak boleh diam karena ini menyangkut kesejahteraan warga," pinta Majid.

Di bidang usaha mikro kecil dan menengah, salah seorang ibu umah tangga Fatmawati mempertanyakan kelangsungan usaha kaum perempuan yang dikerjasamakan dengan Jepang. " Produk lokal berupa keajinan tangann dan bahan pangan lokal yang dihasilkan ibu-ibu rumah tangga selama ini bejalan cukup baik. Namun saat ini terkesan mandek. Kami meminta agar kerjasama ini kembali dihidupkan demi kelangsungan usaha warga," imbuhnya.

Selain sektor pertanian dan usaha mikro kecil menengah, dalam reses itu sejumlah warga mengusulkan pembangunan infrasruktur seperti akses jalan pertanian/ tambak, irigasi serta infrastruktur penunjang lainnya. (LT/ACS).

           
Tulis Komentar di Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Semua Komentar

Tulis Komenter