Tanggapan Manajemen PT. Vale Perihal Unjuk Rasa Gemara

By Redaksi 08 Mar 2019, 14:40:04 WITAHukum

Tanggapan Manajemen PT. Vale Perihal Unjuk Rasa Gemara

Sorowako, Lutimterkini- Aksi unjuk rasa yang dilakukan sekelompok mahasiswa dan masyarakat Towuti, Jumat (08/03/2019) mendapat tanggapan dari PT. Vale Indonesia, Tbk. Adapun massa pengunjuk rasa Unjuk rasa  yang menamakan diri Gemara terdiri dari kelompok HAM Batara Guru, IPMIL Raya, IPMA Lutim komisariat Towuti, serta Jaringan Komunikasi Masyarakat Lingkar Tambang.

 

Dalam orasinya, pengunjuk rasa menuntut realisasi bantuan lahan tergenang di pesisir Danau Towuti, realisasi fasilitas air bersih Towuti, rekrutmen tenaga kerja lokal, dan kompensasi perkebunan Pinang hill. Demo dilakukan di pertigaan Enggano dengan berusaha melakukan pencegatan angkutan karyawan PT Vale dan kontraktor.

 

Terhadap aksi demonstrasi tersebut, manajemen PT Vale dalam rilis yang diterima Lutimterkini.com  menyatakan bahwa sebagian isu yang diangkat oleh kelompok pengunjuk rasa ini merupakan agenda yang sedang dibicarakan PT Vale dengan pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan masyarakat dalam kerangka forum tiga pilar. Isu-isu tersebut sedang dalam penanganan intensif oleh PT Vale dan Pemerintah yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Luwu Timur.

 

"Mengenai lahan tergenang di area pesisir Danau Towuti, hal tersebut telah ditangani dalam pembahasan yang cukup panjang. Saat ini sedang dibicarakan tindak lanjut dan penyelesaian yang permanen. Sementara itu penyelesaian projek fasilitas air bersih towuti, khususnya sistem distribusi air dan peningkatan mekanisme pengelolaan, saat ini sedang dalam penanganan intens dengan melibatkan konsultan yang kompeten. Rekomendasi opsi pengelolaan air bersih oleh konsultan adalah opsi yang paling relevan dan dapat dilanjutkan oleh pengelola air bersih Towuti, baik perusahaan daerah maupun PDAM," terang Gunawardana Vinyaman, Direktur Stakeholder Relations & Corporate Affairs PT Vale.

 

PT Vale menghormati penyampaian aspirasi oleh pemangku kepentingan melalui berbagai cara. "Kami selalu mengharapkan agar penyampaian aspirasi dan masukan tersebut tetap dilakukan dengan memperhatikan fakta dan mengindahkan etika penyampaian pendapat sesuai regulasi tanpa menyebabkan kerugian pada pihak lain," imbuh Gunawardana.

 

Dalam aksinya massa Gemara sempat melakukan blokade jalan dan mencegat ribuan karyawan PT. Vale dari Wasuponda, Towuti dan Malili yang akan masuk kerja. Namun kesigapan aparat kepolisian yang melakukan pengamanan di lokasi sehingga arus lalu lintas kembali berjalan lancar. “ Setelah menyampaikan orasinya dilakukan mediasi dan pertemuan antara perwakilan massa dan manajemen PT. Vale di kantor Camat Towuti,” sebut Iptu Ely Kendek  Kapolsek Towuti. (LT/ACS).

           
Tulis Komentar di Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Semua Komentar

Tulis Komenter