Lutimterkini- Dunia musik di kawasan Lingkar Tambang PT Vale kini bergairah lagi. Peralatan musik yang disumbangkan PT Vale membuat seniman muda lokal Luwu Timur terus berkerasi mengasah bakat minat mereka di dunia musik moderen.
Pementasan di Taman Antar Bangsa pada Selasa ( 05/05/2026) adalah ruang yang diberikan PT Vale untuk melihat langsung kebolehan musisi lokal yang tergabung dalam hal ini Asosiasi Musisi Luwu Timur.
Hasilnya sangat menggembirakan, musisi lokal Luwu Timur mampu tampil memukau dengan kepiawan mereka masing – masing yang sudah menguasai alat musiknya.
Hal ini menandakan betap seniman muda Luwu Timur mampu memaksimalkan bantuan tersebut untuk mengasah bakat minat mereka dalam dunia musik.
Dengan demikian PT Vale sebuah perusahaan tambang nikel terbaik di Indonesia ini sudah memperlihatkan komitmen Tanggung Jawab Sosial Lingkungan ( TJSL ) mereka kepada publik bahwa program pemberdayaan masyarakat tidak melulu sektor pertanian, kesehatan,pendidikan, tapi juga menyentuh pada dunia seni di wilayah lingkar tambang Sorowako Luwu Timur.
Hamri, atau yang akrab disapa Olo, Koordinator Asosiasi Musisi Luwu Timur (AMLT) mengatakan
PT Vale dinilai berhasil melampaui standar tanggung jawab sosial perusahaan dengan menyentuh aspek kultural masyarakat, khususnya melalui dukungan masif terhadap komunitas musisi lokal.
Bagi para musisi di lingkar tambang, dukungan perusahaan bukan lagi sebatas angka di atas kertas.
” PT Vale saat ini mampu membuat iklim dunia seni di wilayah pemberdayananya tumbuh dan berkembang sangat baik,.ia juga berterimakasih PT Vale membuat ruang kawan – kawan musisi lokal untuk unjuk kebolehan di Taman Antar Bangsa.” Ungkap Amri.
Pembinaan yang.dilaluka PT Vale terhadap musisi lokal terbukti ampuh menghidupkan dunia seni yang Hampir Mati Suri di Luwu Timur.
Bagi Amri, musik adalah bahagian dari hidup mereka, dengan adanya sarana musik yang memadai, anak-anak muda desa di wilayah pemberdayaan bisa bergabung mengasah talenta mereka di dunia musik.
” Bagi kami kesenian merupakan identitas lokal, dengan mempertahankan keberadaannya berarti kita tetap melestarikan kearifan lokal yang ada. ” Ungkapnya.
Kelemahan yang dihadapi saat ini adalah kawan – kawan yang tergabung dalam Nuha Music Shelter (NMS) penerima manfaat utama dari bantuan alat musik PT Vale tersebut adalah kurangnya jam terbang. Selama ini mereka hanya tampil di lokal Luwu Timur, kedepan hal ini akan dibicarakan dengan PT Vale agar kawan – kawan musisi lokal ini bisa manggung di luar daerah sehingga mereka punya pengalaman lebih. Tutupnya. (Lt/sps/acs/vi)






