Lutimterkini- Jakarta — Jalur penghubung antara Kabupaten Solok dan Kota Padang yang sebelumnya terputus akibat banjir bandang kini sudah dapat dilalui kendaraan seperti sedia kala. Kepala Satuan Tugas Bencana Sumatra, Tito, mengungkapkan bahwa sejumlah instansi gabungan telah dikerahkan sejak awal, meliputi TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Kementerian Pekerjaan Umum.
Informasi pemulihan akses tersebut diperoleh Tito dari laporan lapangan, termasuk dari Menteri PU, saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (23/9/2026). Saat ini, kata dia, fokus utama di lokasi bencana telah beralih ke pembersihan sisa material. Setelah proses pembersihan tuntas, Kementerian PU telah menyiapkan langkah lanjutan berupa perbaikan infrastruktur yang rusak.
Tito menegaskan bahwa penanganan bencana di wilayah Sumatra tidak berhenti pada masa tanggap darurat saja. Tahap berikutnya yang tengah dijalankan mencakup kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi agar berbagai fasilitas umum yang terdampak dapat kembali berfungsi. Pemerintah telah mengalokasikan dana penanganan bencana secara menyeluruh kepada 25 Kementerian dan Lembaga dengan nilai total mencapai Rp38 triliun.
Alokasi anggaran itu tidak hanya dialamatkan pada perbaikan jalan dan jembatan, tetapi juga menjangkau bangunan publik serta normalisasi sungai melalui pembangunan sabo dam. Salah satu perhatian khusus pemerintah adalah sektor pendidikan, di mana sebanyak 4.922 sekolah masuk dalam daftar perbaikan. Hal ini ditegaskan Tito usai koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang turut merilis program pemulihan fasilitas belajar tersebut.
Di sisi lain, Tito mengingatkan bahwa potensi bencana susulan masih membayangi sejumlah provinsi di Sumatra, khususnya Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Penyebabnya adalah curah hujan yang masih tinggi di kawasan tersebut. Kondisi ini berbeda jauh dengan Jambi, Sumatra Selatan, dan Riau yang justru dilanda kekeringan air.
Terkait langkah koordinasi, Tito memastikan bahwa penanganan bencana tidak memerlukan instruksi langsung dari Presiden. Sebagai Kasatgas Bencana Sumatra, ia mengaku langsung menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga terkait. Menurutnya, seluruh kekuatan yang ada telah bergerak otomatis tanpa harus menunggu komando dari atas.
Ia menambahkan bahwa dirinya aktif menghubungi Gubernur, TNI, Polri, BNPB, serta sejumlah menteri seperti Menteri PU, Menteri Sosial, dan Menteri Kesehatan. Tito menyampaikan apresiasi karena seluruh pihak yang dihubungi bergerak cepat untuk menuntaskan penanganan dan mitigasi bencana di Solok. Pemerintah juga memastikan program rehabilitasi dan rekonstruksi terus berjalan guna memulihkan berbagai prasarana yang terdampak musibah tersebut.
Sumber: CNBC Indonesia






