Lutimterkini- Palu — Kasus dugaan pengeroyokan yang menimpa seorang remaja pria berusia 12 tahun di Kota Palu, Sulawesi Tengah, resmi dilaporkan ke pihak kepolisian. Korban yang diketahui berinisial G tersebut diduga menjadi sasaran kekerasan oleh tiga orang temannya sendiri. Laporan dibuat oleh keluarga korban ke Polresta Palu pada Rabu malam, tak lama setelah kejadian berlangsung di kawasan Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga.
Fatmawati Darise, ibu korban, membenarkan bahwa pihaknya telah menempuh jalur hukum atas peristiwa yang menimpa anaknya. Ia menyatakan laporan diserahkan ke Polresta Palu pada malam yang sama dengan kejadian, yakni Rabu (30/9), beberapa jam setelah pengeroyokan terjadi pada sore hari. Menurut Fatmawati, langkah tersebut diambil agar kasus ini segera ditangani secara hukum.
Peristiwa bermula ketika korban tengah bermain bersama teman-temannya di lingkungan sekitar. Fatmawati mengungkapkan bahwa anaknya tidak menyadari sudah ada dua sepeda motor yang datang. Korban kemudian digiring masuk ke sebuah lorong yang menurutnya merupakan jalan buntu, sehingga tidak ada ruang untuk melarikan diri. Di lokasi itulah, menurut keterangan yang diterima Fatmawati, ketiga pelaku melakukan pengeroyokan terhadap anaknya.
Terkait pemicu kejadian, Fatmawati menyampaikan bahwa dari informasi yang ia kumpulkan, anaknya dituduh mengejek nama orang tua para pelaku. Namun, saat dikonfirmasi langsung kepada korban, G membantah pernah melontarkan ejekan tersebut. Fatmawati menegaskan tidak menemukan pengakuan dari anaknya soal tuduhan itu.
Aksi pengeroyokan itu ternyata sempat direkam dan videonya menyebar luas di media sosial hingga menjadi viral. Fatmawati menyebut rekaman tersebut awalnya diselamatkan oleh teman dari kakak korban. Menurutnya, keberadaan video itu menjadi bukti kuat yang sangat berarti bagi keluarga. Ia mengakui bahwa tanpa adanya teman korban yang menyimpan rekaman tersebut, pihak keluarga akan kesulitan memiliki bukti yang mumpuni.
Dari rekaman yang beredar, terlihat korban menjadi sasaran pemukulan dan tendangan oleh tiga orang pelaku. Dalam video itu pula tampak seorang anak perempuan berada di lokasi dan menyaksikan langsung kejadian tersebut tanpa mencegahnya. Rekaman inilah yang kemudian menjadi perhatian publik dan memicu respons luas di media sosial.
Sementara itu, kondisi korban kini dilaporkan mulai menunjukkan perbaikan. Meski demikian, Fatmawati mengungkapkan bahwa anaknya masih merasakan nyeri di sekujur tubuhnya. Ia menyebut kondisi korban sudah agak membaik, tetapi rasa sakit masih dirasakan di hampir seluruh bagian badan.
Dari sisi kepolisian, Kasubsi PIDM Humas Polresta Palu, Aiptu I Kadek Aruna, membenarkan bahwa laporan dari orang tua korban telah diterima. Ia menyatakan bahwa perkara dugaan pengeroyokan ini masih dalam tahap pendalaman. Menurut Kadek, penanganan kasus tersebut kini berada di Polresta Palu dan saat ini sedang menjalani proses penyelidikan lebih lanjut.
Sumber: detik.com






