Lutimterkini- Bitung — Upaya menjaga keberadaan Burung Nuri Talaud atau Sampiri (Eos histrio talautensis) terus dilakukan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Integrated Terminal Bitung. Satwa endemik Sulawesi Utara itu dilindungi lewat dua pendekatan yang saling menunjang, yakni penyadaran lingkungan dan pengembangbiakan untuk memastikan populasi di alam tetap terjaga.
Program edukasi dikemas dalam Storylab for Sampiri, sebuah pendekatan yang mengajak warga, terutama anak muda, untuk lebih akrab dengan burung tersebut. Pesan pelestarian disampaikan lewat cerita agar lebih gampang dicerna dan mampu memupuk rasa peduli sejak usia dini.
Di sisi lain, langkah pengembangbiakan dijalankan sebagai upaya konkret mempertahankan kelangsungan populasi Sampiri. Keberhasilan program ini disebut membutuhkan dukungan banyak pihak, mulai dari masyarakat umum, komunitas peduli lingkungan, sampai para pemangku kepentingan.
Keberadaan burung ini memiliki fungsi ekologis yang tidak bisa diabaikan, yaitu membantu menyebarkan biji tanaman. Peran tersebut membuat keseimbangan dan kelestarian hutan tetap terjaga. Melindungi Sampiri bukan sekadar menyelamatkan satu spesies, tetapi juga memelihara keutuhan ekosistem di sekitarnya.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengungkapkan harapan agar masyarakat makin mengenali dan memperhatikan satwa endemik yang dimiliki daerah. Ia menegaskan bahwa edukasi dan pengembangbiakan dijalankan secara bersamaan, dengan harapan kepedulian tumbuh bersama sehingga Sampiri tetap lestari bagi generasi yang akan datang.
Menurutnya, kolaborasi bersama komunitas lokal menjadi pijakan utama agar program terus berlanjut dan memberikan manfaat yang nyata. Keterlibatan warga dinilai menjadi kunci supaya konservasi tidak berhenti pada satu kegiatan saja.
Inisiatif ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pertamina Patra Niaga menyatakan komitmennya untuk terus mendorong pelestarian lingkungan agar berkembang menjadi gerakan bersama, demi menjaga kekayaan alam Sulawesi Utara.
Sumber: sulutnews.com






