Lutimterkini- Kendari — Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo (BEM FIB UHO) menyambangi SMP Negeri 5 Kendari pada Selasa (27/10/2026) untuk menggelar edukasi bertema Bulan Bahasa. Kegiatan yang mengusung slogan “Bahasaku, Identitasku, Indonesiaku” itu menyasar peningkatan kesadaran pelajar soal urgensi mempertahankan bahasa Indonesia, merawat bahasa daerah, sekaligus membekali diri dengan kemampuan bahasa asing. Aksi mahasiswa ini dipandang sebagai sumbangsih nyata dalam memperkuat literasi kebahasaan dan kebudayaan di kalangan generasi penerus.
Lewat edukasi tersebut, para pelajar diajak mencermati bahwa bahasa bukan sekadar piranti berkomunikasi. Bahasa juga menjadi cermin jati diri sekaligus wajah kebudayaan suatu masyarakat. Materi disampaikan dalam sesi bertajuk “Akar dan Arah Bahasa: Generasi Muda dan Tantangan Multibahasa—Berakar di Indonesia, Bersaing secara Global”. Peserta dibekali pemahaman tentang cara merawat kekayaan bahasa Indonesia di tengah derasnya teknologi dan arus globalisasi.
Salah satu isu yang mendapat sorotan tajam dalam kegiatan itu ialah kian menyusutnya pemakaian bahasa daerah di kalangan anak muda. Kondisi tersebut disebut dapat dipicu oleh melemahnya pewarisan bahasa di lingkungan keluarga, anggapan keliru bahwa bahasa daerah kurang bergengsi, serta gempuran media sosial dan budaya populer. Muhamad Malik Kasmetri, Ketua BEM FIB UHO, menegaskan bahwa generasi muda memegang peran krusial dalam memastikan bahasa daerah tetap lestari sebagai warisan budaya bangsa. Menurutnya, bahasa daerah menyimpan sejarah, nilai, tradisi, dan identitas masyarakat yang wajib diwariskan kepada generasi berikutnya. Ia menambahkan bahwa pelestarian bahasa daerah menuntut keterlibatan banyak pihak, mulai dari keluarga, lingkungan pendidikan, hingga generasi muda itu sendiri. Pemakaian bahasa daerah dalam keseharian dinilai menjadi salah satu cara menjaga bahasa tersebut tetap hidup dan tidak kehilangan penuturnya.
Di sisi lain, edukasi ini juga menekankan betapa pentingnya penguasaan bahasa asing dalam menghadapi persaingan global. Kemampuan berbahasa asing dinilai dapat membuka akses lebih luas terhadap ilmu pengetahuan dan peluang di masa depan, tanpa perlu mengorbankan bahasa Indonesia maupun identitas budaya sendiri.
Pemateri merangkum pesan tersebut dalam prinsip 3A yang mencakup tiga hal, yakni aktif memakai bahasa Indonesia, mengapresiasi bahasa daerah, serta adaptif terhadap bahasa asing. Prinsip itu mengajak kaum muda menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, menghargai bahasa daerah sebagai warisan budaya, dan mengembangkan kemampuan bahasa asing sesuai tuntutan zaman.
BEM FIB UHO berharap para siswa SMPN 5 Kendari kian menyadari betapa pentingnya menghargai keberagaman bahasa dan membiasakan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan itu sekaligus menegaskan peran mahasiswa dalam menopang pendidikan, literasi, dan pelestarian kebudayaan di tengah masyarakat. Pesan utama yang digaungkan dalam edukasi Bulan Bahasa tersebut ialah bahwa bahasa merupakan identitas, identitas adalah bagian dari Indonesia, dan menjaga bahasa berarti merawat budaya sekaligus memperkokoh jati diri bangsa.
Sumber: sultrakini.com






