Lutimterkini- Gorontalo — Warga di hampir seluruh wilayah Provinsi Gorontalo dikejutkan oleh kemunculan benda bercahaya di langit yang disusul suara dentuman keras pada Sabtu dini hari (12/9/2026). Peristiwa yang diduga kuat berasal dari meteor itu terjadi sekitar pukul 00.15 Wita dan hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar, terutama soal lokasi persis serta sumber suara yang terdengar.
Ika Biga, warga Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, menjadi salah satu orang yang menyaksikan langsung fenomena tersebut. Perempuan 24 tahun itu mengaku mula-mula melihat seberkas cahaya terang melintas cepat di langit dan langsung hilang. Tidak lama berselang, dentuman kuat terdengar dari arah titik cahaya itu menghilang. Ika berharap peristiwa tersebut tidak menimbulkan dampak buruk dan mengajak warga terus memanjatkan doa untuk keselamatan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya getaran yang waktunya nyaris bersamaan dengan laporan warga soal cahaya dan bunyi ledakan itu. Getaran tersebut terekam oleh seismograf yang dimiliki stasiun BMKG. Kepala Stasiun Geofisika Gorontalo, Andri Wijaya Bidang, membenarkan bahwa alat seismometer mendeteksi getaran kuat pada saat kejadian.
Andri menjelaskan, berdasarkan keterangan masyarakat, getaran dirasakan sekitar pukul 00.15 hingga 00.20 Wita. Skala getaran yang terdeteksi berada pada rentang Modified Mercalli Intensity (MMI) II hingga III. Menurutnya, intensitas sebesar itu tidak termasuk besar, tetapi tetap bisa dirasakan oleh orang yang sedang beraktivitas, terutama bagi mereka yang tidak tertidur lelap.
Lebih lanjut Andri mengungkapkan bahwa getaran tersebut bisa dirasakan dalam bentuk suara yang sampai ke telinga maupun melalui benda-benda di sekitar, misalnya kaca. Ia menyebut fenomena itu setara 2-3 MMI meski kekuatan getarannya tidak terlalu besar. Karena itu, warga yang masih terjaga pada jam tersebut lebih berpeluang merasakan dampaknya dibandingkan mereka yang sudah terlelap.
Dari rekaman sinyal seismograf, Andri menegaskan bahwa peristiwa itu tidak memperlihatkan ciri-ciri gempa bumi yang berasal dari aktivitas tektonik maupun vulkanik. Jarak antara gelombang P dan S yang terekam dinilai terlalu dekat. Ia pun menyatakan bahwa fenomena tersebut masih memerlukan kajian lanjutan, termasuk untuk memastikan lokasinya.
Di sisi lain, Andri mengimbau masyarakat tidak cepat percaya pada informasi yang beredar terkait cahaya dan suara dentuman tersebut. Ia meminta warga tidak langsung menyimpulkan bahwa peristiwa itu disebabkan meteor. Menurutnya, video yang beredar harus diverifikasi ulang di lapangan agar tidak termakan kabar yang tidak benar.
Andri juga menegaskan bahwa lokasi dan sumber suara dentuman yang dilaporkan warga belum bisa dipastikan. Kendati demikian, ia menduga fenomena tersebut berkaitan dengan benda langit seperti meteor. Sebab, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui di mana video-video yang beredar diambil, sehingga dugaan ke arah benda langit masih menjadi kemungkinan yang paling masuk akal.
Sumber: detik.com






