Lutimterkini- Tolitoli — Seorang guru sekolah dasar berstatus guru lepas di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, yang dikenal dengan nama Yasin, akhirnya angkat bicara setelah video penampilannya saat mengajar ramai diperbincangkan di media sosial. Pria tersebut tampil berdandan seperti perempuan dalam aktivitas mengajarnya, sehingga memicu beragam reaksi dari warganet.
Yasin menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Ia menegaskan bahwa penampilannya itu sama sekali bukan dimaksudkan untuk mengajak para peserta didik meniru gaya berdandan serupa. Menurutnya, seluruh kritik yang mengalir kepadanya akan dijadikan bahan refleksi diri agar bisa tampil lebih baik di masa mendatang.
Ucapan terima kasih juga disampaikannya kepada semua pihak yang telah memberi masukan, terlepas dari cara penyampaiannya yang beragam. Yasin mengaku akan menjadikan semua teguran itu sebagai landasan untuk memperbaiki kualitas dirinya, baik sebagai individu maupun sebagai tenaga pengajar.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tolitoli bergerak cepat menanggapi ramainya sorotan tersebut. Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikbud Tolitoli, Takdir Nurdin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengundang kepala sekolah tempat Yasin mengajar untuk hadir. Selain itu, guru yang bersangkutan juga dipanggil guna menjalani proses pembinaan.
Takdir menyatakan bahwa langkah tindak lanjut akan dilakukan melalui pembinaan terhadap guru maupun kepala sekolah terkait. Proses ini menyusul beredarnya video penampilan Yasin saat mengajar yang menjadi perhatian publik di platform media sosial.
Dalam pembinaan tersebut, Disdikbud meminta Yasin memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat. Takdir menambahkan bahwa pihaknya telah menjalankan tahapan pembinaan sesuai prosedur yang berlaku.
Takdir juga menjelaskan status kepegawaian Yasin secara terperinci. Menurutnya, Yasin bukanlah aparatur sipil negara maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja. Ia berstatus sebagai guru lepas di sekolah tersebut.
Sampai saat ini, proses pembinaan terhadap guru dan kepala sekolah masih menjadi fokus Disdikbud Tolitoli. Kasus ini menjadi perhatian banyak pihak, terutama terkait etika penampilan tenaga pendidik di lingkungan sekolah dasar.
Sumber: detik.com






