Lutimterkini- Program unggulan dan prioritas pemkab Luwu Timur di bawah nakhoda bupati Budiman, yakni bantuan keuangan khusus (BKK) 1 miliar 1 desa, telah berjalan sejak tahun 2022. Budiman mengingatkan bantuan dana itu dapat dikelola secara transparan oleh para kepala desa di Luwu Timur.
“ Alhamdulilah program 1 miliar 1 desa yang kami kucurkan telah terealisasi pada tahun pertama 2022 lalu. Program ini diharapkan membuat desa di Luwu Timur bisa lebih maju, masyarakatnya berdaya dan juga upaya kita dalam mengentaskan kemiskinan ekstrim,” tandas bupati Budiman di sela-sela santap siang dengan sejumlah kepala desa se kecamatan Malili, Rabu (15/02/2023). Di kantor desa Weawngriu, Malili.
Menurut Budiman, dana 1 Miliar 1 Desa ini disalurkan ke seluruh desa dalam rangka pemerataan dan percepatan pembangunan di desa. “ Tujuan lainnya adalah peningkatan indeks desa membangun daerah, mendorong pemberdayaan masyarakat serta pelaksanaan tugas pemerintah di desa,” ungkap Bupati Budiman.
Selain itu lanjutnya, program ini juga diharapkan mengembangkan kapasitas aparat pemerintahan desa dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, meningkatan kinerja BPD, peranan BUM Des dalam peningkatan perekonomian di desa serta meningkatkan kerjasama antardesa dalam mengelola potensi desa. Jadi saya minta semua para kepala desa dapat mengelola dana itu secara akuntabel, transparan dan mengikuti petujuk teknis yang telah ada,” imbuhnya.
Bupati Budiman menyambangi kantor desa Wewanriu dalam rangka penyerahan bantuan sarana pertanian dan nelayan kepada puluhan penerima manfaat. Bantuan sarana pertanian dan nelayan ini merupakan program pengembangan kawasan perdesaan mandiri (PKPM) PT. Vale Indonesia, Tbk , kawasan pengembangan pesisir dan industry olahan.
Hadir dalam kesempatan itu senior manajer PT. Vale Indonesia, Tbk Ardian Indra Putra, kepala desa Wewangriu, kades Lakawali Pantai, Manurung, Harapan, kades Pasi-Pasi, kades Tarabbi dan Lurah Malil serta sejumlah tokoh masyarakat desaw Wewangriu. (LT/Ibr). i





