Lutimterkini- Kolaka — Kelompok Budidaya Teripang Mattirowalie di Desa Tambea, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, kembali menggelar panen teripang untuk kali kedua pada Sabtu (12/9). Program pemberdayaan masyarakat yang didukung PT ANTAM (Persero) Tbk melalui UBP Nikel Kolaka ini membuahkan hasil sekitar 12 ribu ekor teripang, melampaui capaian panen perdana yang hanya sekitar 9 ribu ekor.
Muhammad Rusdan, Kolaka Region CSR & External Relations Sub Division PT ANTAM UBP Nikel Kolaka, menilai keberhasilan ini merupakan buah dari pendampingan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Halu Oleo (UHO) serta keseriusan warga dalam mengembangkan budidaya teripang. Ia berharap angka panen berikutnya terus naik agar manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat semakin besar. ANTAM, lanjut Rusdan, juga mendorong budidaya teripang menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali identitas Desa Tambea sebagai sentra teripang. Kolaborasi dengan berbagai pihak seperti korporasi, komunitas, institusi negara, universitas, serta entitas lain yang relevan juga senantiasa ditingkatkan. Rusdan menyampaikan harapan agar kerja sama semua pihak dapat mengembalikan citra Desa Tambea sebagai pusat teripang, dan ke depan Tambea diharapkan pula menjadi desa wisata yang memadukan potensi lokal seperti teripang dengan wisata pantai.
Muh. Pahri, menjelaskan bahwa panen kali ini merupakan yang kedua bagi kelompoknya. Selama menjalankan program, anggota kelompok tidak hanya menerima dukungan sarana dan prasarana, tetapi juga pendampingan teknis dari UHO berupa pengetahuan tentang tata cara budidaya teripang. Pahri menyampaikan rasa terima kasih atas peran ANTAM yang dianggapnya amat mendukung kelangsungan pelaksanaan program. Salah satu dukungan penting berupa pembangunan hatchery sebagai fasilitas pembenihan teripang, termasuk penyediaan peralatan pendukung seperti pipa dan selang. Menurut Pahri, nilai bantuan fasilitas tersebut mencapai ratusan juta rupiah. Ia mengaku terbantu karena kelompoknya sulit membeli peralatan itu sendiri, dan menyampaikan terima kasih kepada ANTAM.
Pada panen pertama, kelompok ini berhasil menbudidayakan sekitar 9 ribu ekor teripang dengan nilai penjualan melebihi Rp600 juta. Adapun pada panen kedua yang baru berjalan dua hari, jumlah teripang yang dipanen telah mencapai sekitar 12 ribu ekor, atau lebih banyak dibandingkan panen sebelumnya.
Pahri menambahkan, keberhasilan tersebut berdampak nyata bagi anggota kelompok. Produk dari pengembangan teripang tidak sekadar memberikan penghasilan ekstra, namun turut menolong para nelayan dalam menanggung keperluan rumah tangga, termasuk membiayai sekolah anak-anak mereka.
Pemerintah daerah pun memberikan apresiasi terhadap program ini. Perwakilan Dinas Perikanan Kabupaten Kolaka, Musdar, menyampaikan terima kasih kepada ANTAM yang telah memfasilitasi kebutuhan kelompok nelayan serta kepada UHO yang mendampingi pengembangan budidaya teripang. Ia berharap program tersebut berlanjut dan kelompok nelayan lain di Kabupaten Kolaka dapat pula menerima bantuan serupa.
Dari Pemerintah Kecamatan Pomalaa, Kepala Seksi PMD Laode Ndikode menuturkan bahwa Desa Tambea memiliki sejarah panjang sebagai salah satu ikon budidaya teripang di Sulawesi Tenggara. Tambea bahkan pernah mewakili provinsi ini pada ajang budidaya teripang tingkat nasional dan meraih hasil positif. Namun, aktivitas budidaya teripang di desa tersebut sempat mengalami pasang surut seiring berjalannya waktu. Laode menyebut ANTAM belakangan ini telah berupaya mengembalikan kejayaan Tambea di bidang tersebut.
Sumber: sultrakini.com






