Oleh : Nasrun Majid
Lutimterkini-Perubahan Ikilim telah menjadi isu hangat selama bertahun-tahun. Banyak pemimpin dunia hingga CEO perusahaan memberikan deskripsi tentang perubahan iklim tersebut. Bahkan para aktivis perubahan iklim di dunia terus berjuang untuk perubahan yang lebih baik di masa mendatang. Secara global kita harus bekerja untuk mengurangi langkah dan jejak kita di bumi dan sumber dayanya. Lantas bagaimana kontribusi emiten pertambangan di dunia termasuk PT Vale Indonesia Tbk mewujudkan komitmen menjadi perusahaan rendah karbon di dunia ?
Untuk meneguhkan komitmen ini, PT Vale terus memprioritaskan berbagai program transisi energi menuju energi baru terbarukan (EBT). Dalam kegiatan operasionalnya PT Vale telah mengimplementasikan program pemanfaatan energi, penurunan emisi karbon hingga pengelolaan limbah “ Langkah-langkah ini menunjukkan peran konkret PT Vale dalam mengatasi krisis iklim,” ungkap CEO PT Vale , Febriany Eddy pada perhelatan Conference of Parties ke-28 di Dubai, Uni Emirat Arab akhir Nopember 2023.
“ Tantangan terbesar kami (PT Vale) adalah menjaga Danau Matano dan keanekaragaman hayati di garis Wallacea,” ungkap Febry.
Hal ini sejalan dengan langkah pemerintah mewujudkan Net Zero Emission dengan menargetkan penurunan Karbon Dioksida (CO2) hingga 81,4 juta ton pada tahun 2060. Pada Forum G20 beberapa waktu lalu di Roma, Presiden Joko Widodo memberikan arahan terkait Grand Strategi Energi Nasional untuk transformasi energi dan memperkuat green economy, green technology dan green product. Dalam roadmap disebutkan bahwa dengan kondisi bauran energi saat ini yang masih berada pada level sekitar 9%, maka pada tahun 2050 akan meningkat menjadi 31%.
Guna mengatasi perubahan iklim ini, PT Vale mewujudkan investasi signifikan pada energi baru terbarukan dengan membangun tiga pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Ketiga PLTA tersebut yakni PLTA Larona, Balambano dan PLTA Karebbe dengan menghasilkan daya listrik sebesar 365 megawatt. Daya listrik tersebut mayoritas (hampir seluruhnya) menopang sumber energi dalam aktivitas smelting atau peleburan Nikel di pabrik milik Pt Vale.
Menurut Febriany, proses menurunkan emisi karbon atau dekarbonisasi sangatlah esensial bagi perusahaan. Selain komitmen yang diungkap pada berbagai kesempatan, PT Vale juga memiliki peta jalan yang konkret untuk mencapai zero net emission pada 2050. “Kami menyadari, produk kami, yakni nikel, berperan signifikan untuk upaya dekarbonisasi, baik di bidang transportasi maupun energi. Oleh karena itu, proses kami menambang dan mengolah nikel juga harus rendah karbon,” jelasnya.
Penerima titel Forbes Asia’s Power Businesswomen 2022 ini melanjutkan, komitmen untuk pertambangan nikel rendah karbon telah terbukti dengan kehadiran tiga unit Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), yang 100 persen mendukung aktivitas di pabrik pengolahan PT Vale. “Kami mengoperasikan tiga PLTA, pertama pada 1979, 1999, 2011. Ketiga PLTA ini menjadikan pabrik pengolahan nikel kami sebagai pabrik dengan intensitas karbon terendah di Indonesia. Dan pada jajaran produsen nikel saprolite sedunia, pabrik kami yang paling rendah karbon,” imbuh Febri.
Demikian pula dengan tiga proyek masa depan PT Vale di tiga Propinsi di Sulawesi Selatan, Tengah dan dan Sulawesi Tenggara. Investasi sebesar 8,6 miliar Dollar AS juga digelontorkan PT Vale dengan menggunakan sumber-sumber energi berbasis energi baru dan terbarukan, termasuk optimalisasi penggunaan gas alam.
Realisasi dari renccana aksi tersebut sebagai bentuk penegasan dan inisiatif PT Vale menjadi perusahaan rendah karbon di dunia walaupun membutuhkan anggaran yang sangat besar terutama pada penggunaan gas alam. Biaya yang harus ditambahkan dalam penerapan penggunaan gas alam ini sebesar 200 juta Dollar AS demi mengurangi emisi.
PT Vale memiliki dua inisiatif besar yang akan berkontribusi secara signifikan pada pengurangan 700 ribu ton CO2. Keduanya adalah penggunaan biomassa serta konversi bahan bakar ke gas alam. Kontribusi ini dinilai sebagai peta jalan PT Vale dengan dukungan perencanaan proyek yang sangat detail sekaligus perwujudan dari janji yang akan ditunaikan dalam operasional perusahaan.
Selain itu, pada Agustus 2022 lalu PT Vale juga telah meluncurkan truk listrik pertama yang mendukung operasional pertambangan di Blok Sorowako kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan. Penggunaan truk listrik ini sebagai wujud komitmen PT Vale dalam mencapai target menurunkan emisi karbon.
PT Vale telah berupaya untuk terus menciptakan praktik pertambangan yang baik, bisnis berkelanjutan dengan penerapan kinerja lingkungan., sosial dan tata kelola yang seimbang. Hal ini ditunjukkan dengan adanya pengembangan proyek di areal operasional yang merupakan realisasi investasi hijau dengan penerapan budaya berkelanjutan.
Dalam seluruh kegiatan operasionalnya, PT Vale terus memastikan pencapaian target ambisius untuk reduksi emisi gas karbon demi menciptakan masa depan yang lebih cerah.
Atas komitmen menjalankan program bisnis berkelanjutan itu, PT Vale memborong sejumlah penghargaan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Penghargaan itu berkat pengelolaan lingkungan dan kelompok badan usaha serta penghargaan Aditama dari berbagai aspek pengelolaan teknik pertambangan dan penerapan konservasi mineral dan batubara.
Selain itu, rekam jejak PT Vale dalam mengusung praktik sustainable mining atau pertambangan berkelanjutan. Secara nasional, PT Vale telah memiliki pondasi dan pengakuan yang kuat dari pemangku kepentingan. Pada 2023, PT Vale merupakan peraih sertifikat dan tiga trofi “Terbaik” Aditama penghargaan tertinggi dari Kementerian ESDM untuk perusahaan tambang. Pada 20 Oktober, PT Vale juga mendapat Anugerah Dewan Energi Nasional (DEN) kategori Perusahaan Swasta Pelopor Transisi Energi Sektor Pertambangan.
Dalam beberapa tahun terakhir, PT Vale telah berusaha untuk melakukan dekarbonisasi, memproduksi energi yang ramah lingkungan dalam rangka mengatasi perubahan iklim. Hal itu telah memberikan dampak positif bagi kinerja Environmental, Social, & Governance( ESG) perusahaan. Selain itu juga penguatan aspek keselamatan kerja, tata kelola perusahaan, pemberdayaan masyarakat, dan lain-lain. (****)






