Malili, Lutimterkini- Orasi politik yang disampaiakn bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa, sebelum pendaftaran pasangan kandidat bupati dan wakil Luwu Timur Ibas-Rio, di lapangan Merdeka Malili, Sabtu (05/09/2020) memantik reaksi keras dari elemen masyarakat di Luwu Timur.
Dalam orasinya, bupati Kery mengungkap kegagalan pemerintah (bupati) Luwu Timur dalam melayani dan mensejahterakan masyarakatnya. ” Daerah ini, Luwu Timur utamanya Sorowako dianugerahi Nikel sebagai salah satu potensi sumber daya alam. Namun karena tidak dikelolah dengan baik sehingga pertumbuhan ekonomi Luwu Timur terpuruk bahkan ranking terakhir dari 24 kabupaten Kota di Sulsel,” cetus Kery dengan nada tinggi di hadapan ribuan massa pendukung Ibas-Rio
” Saya sebagai bupati melihat ada yang tidak benar dengan kondisi ini. Seorang bupati seharusnya melaporkan apa saja yang telah dilakukan selama 4 tahun terakhir. Kenyataannya, hal itu tidak dilakukan. Sebagai seorang bupati, saya sangat malu karena Luwu Timur daerah yang kaya justru harus terbelakang dari pertumbuhan ekonomi,” sambung Kery dengan nada lantang.
Orasi politik bupati Konawe inipun ramai diunggah di media sosial seperti facebook dan whats app dan mendapat kecaman dari elemen masyarakat Luwu Timur.
” Sebagai seorang bupati tidak sepantasnya melontarkan statement bernada provokatif dan terkesan jauh dari aturan dan tata krama pemerintahan. Jangan-jangan bupati Konawe ini tak memahami aturan tentang tupoksinya sebagai seorang kepala daerah,” ujar H. Supardjo, tokoh masyarakat Luwu Timur kepada pewarta Lutimterkini.com, Senin (07/09/2020).
Dikatakan Suparjo, tuduhan yang dialamatkan kepada bupati Luwu Timur yang tak pernah melaporkan program kepemerintahan selama 4 tahun terakhir, menunjukkan kualitas Kery Konggoasa sebagai bupati Konawe. ” Sangatlah keliru jika bupati Luwu Timur tidak pernah melaporkan apa yang telah dilakukan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di Luwu Timur. Semua (program) secara rutin setiap tahunnya disampaikan kepada DPRD sebagai refresentasi masyarakat Luwu Timur. Bahkan program pembangunan, pengelolaan dan pertanggungjawaban anggaran berbuah prestasi opini WTP,” sambungnya.
” Program pemerintah kabupaten Luwu Timur yang dinakhodai pak Husler selama ini benar-benar pro dan memihak kepada masyarakat. Kita sebut saja program pendidkan dan kesehatan gratis serta sejumlah sektor lainnya yang tidak dimiliki daerah lain di Indonesia, termasuk di kabupaten Konawe sendiri . Jadi sebaiknya, bupati Konawe tidak perlu mengurusi daerah kami ini (Luwu Timur). Lebih baik, bapak bupati Konawe fokus terlebih dahulu mengurus daerah dan masyarakatnya,” imbuh Supardjo.
Reaksi senada juga disampaikan tokoh masyarakat pesisr Luwu Timur Herdinang yang menyanyangkan testimoni politik bupati Konawe, ” Bapak bupati Konawe tolong urusi baik-baik itu rakyatmudi kecamatan Routa. Mereka sangat rindu pelayanan dari bupatinya. Mereka rindu kampungnya dikunjungi dan dilayani dengan baik,” sergah Herdinang di dinding facebooknya seperti yang dilihat Lutimterkini.com, Minggu (06/09/2020).
Menurut mantan legislator Luwu Timur ini, akses perekonomian masyarakat Routa100 % berada di Luwu Timur. ” Kalau anda bupati (Konawe) yang hebat sebaiknya mengurus mereka baik-baik. Tidak usah mengajari kami di Luwu Timur tentang kepemimpinan. Tenaga kerja di Luwu Timur alhamdulilah tidak ada yang diimpor dari Cina. Desa kami tidak ada yang fiktif dan pemimpin kami tak ada yang menguasai lahan pertambangan.” lanjut Herdinang.
Dia mengungkapkan bahwa justru kepemimpinan bupati Luwu Timur, Muhammad Thoriq Husler selama ini sangat dekat dengan masyarakatnya. ” Pemimpin (bupati) kami di Luwu Timur, hampir setiap hari mengunjungi masyarakatnya dalam rangka memberi pelayanan. Bahkan untuk menggenjot pelayanan di desa, para kepala desa dilengkapi kendaraan roda empat, begitupula dengan para kepala dusun juga disiapkan roda dua. Apakah program ini dilakukan di Konawe ? . Jadi orasi bapak (bupati Konawe) sepertinya salah alamat,” pungkas Herdinang. (LT/Nm/Ac)





