Lutimterkini- Pasangkayu — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Singgani Lariang di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, dihentikan sementara operasionalnya selama 10 hari. Sanksi ini dijatuhkan setelah ditemukan potongan hewan kaki seribu dalam menu makan bergizi gratis (MBG) yang diperuntukkan bagi ibu hamil di sebuah Posyandu.
Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Sulbar, Firazh Ahmadila, menyatakan bahwa pihaknya telah menjatuhkan suspend tahap pertama kepada SPPG tersebut. Menurutnya, sanksi bisa diperpanjang apabila SPPG dinilai tidak melakukan pembenahan dan tidak memenuhi syarat perbaikan yang ditetapkan BGN pusat.
Firazh menjelaskan bahwa temuan kaki seribu itu murni akibat kelalaian penyedia makanan. Ia menduga petugas dapur kurang teliti dalam menjaga kebersihan sehingga hewan tersebut bisa masuk ke dalam ompreng berisi sayur. Menurutnya, kelalaian inilah yang membuat kaki seribu tercampur dalam hidangan MBG.
Ia juga memastikan bahwa potongan kaki seribu hanya ditemukan pada satu ompreng saja. Menu tersebut belum sempat dikonsumsi oleh penerima manfaat. Pihak SPPG, lanjut Firazh, sudah langsung mendatangi Posyandu terkait begitu kejadian itu diketahui.
Dari video yang beredar, SPPG Singgani Lariang tampak berdiri di kawasan perkebunan sawit. Bagian depan dapur berupa tanah kosong yang difungsikan sebagai tempat parkir kendaraan pekerja serta mobil pengangkut ompreng MBG. Di sebelah kiri dapur berdiri asrama santri sebuah pondok pesantren, sementara di sisi kanan dan belakangnya membentang kebun sawit. Pohon-pohon sawit itu tampak tinggi dan berdaun hijau cerah, jaraknya cukup dekat dengan bangunan dapur.
Firazh membenarkan bahwa lokasi SPPG tersebut memang berada di tengah area kebun sawit. Perkebunan itu diduga menjadi habitat bagi hewan seperti kaki seribu. Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberadaan hewan tersebut dalam menu MBG tetap merupakan tanggung jawab penyedia makanan, bukan semata akibat lingkungan sekitar.
Sebelumnya, temuan kaki seribu dalam ompreng MBG ini menjadi perhatian publik setelah video lokasi SPPG beredar luas. Insiden ini menambah daftar persoalan yang menghampiri program MBG di sejumlah daerah. Pemerintah pusat melalui BGN disebut akan terus memantau perbaikan yang dilakukan SPPG Singgani Lariang sebelum operasionalnya kembali dibuka.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyedia makanan SPPG Singgani Lariang mengenai langkah perbaikan yang akan dilakukan. Warga berharap pengawasan terhadap dapur-dapur MBG, terutama yang berlokasi di area kebun, diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.
Sumber: detik.com






