Lutimterkini- Malang — Bayer Indonesia resmi memperkenalkan FARMRISE, sebuah platform digital yang dirancang untuk memudahkan petani mengakses informasi, pembelajaran, serta pendampingan dalam menjalankan budi daya pertanian. Peluncuran platform ini berlangsung dalam rangkaian Jambore SOBAT Bayer di Malang, Jawa Timur, yang dihadiri sekitar 800 petani dari sejumlah daerah di Indonesia.
Kehadiran FARMRISE menjadi penanda komitmen Bayer Indonesia untuk membangun ekosistem pertanian yang lebih terhubung. Melalui perangkat dan aplikasi digital, pengetahuan serta layanan pertanian diharapkan semakin dekat dengan petani. Langkah ini sekaligus menjawab kebutuhan petani akan akses informasi yang cepat, tepercaya, dan relevan di tengah perubahan iklim, dinamika serangan hama dan penyakit tanaman, serta tuntutan peningkatan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
Customer Experience Direct to Farmer Manager Bayer Crop Science Indonesia dan Malaysia, Auzan Baiquni, menyatakan bahwa transformasi digital membuka peluang baru bagi petani untuk memperoleh informasi dan mengambil keputusan dengan lebih cepat. Menurutnya, petani Indonesia semakin terbuka terhadap pemanfaatan inovasi dan teknologi dalam kegiatan usaha pertanian mereka. Petani memerlukan informasi yang kredibel, sesuai konteks, serta bisa dipraktikkan menurut situasi aktual di lapangan supaya kegunaannya menjadi lebih maksimal. Lewat FARMRISE, Bayer ingin memperluas akses terhadap pengetahuan dan pendampingan sehingga petani mampu mengambil keputusan yang lebih tepat bagi usaha taninya.
Data Sensus Pertanian 2023 dari Badan Pusat Statistik menunjukkan Indonesia memiliki lebih dari 6,18 juta petani milenial berusia 19–39 tahun. Jumlah itu setara sekitar 21,93 persen dari total petani nasional. Besarnya populasi petani yang kian akrab dengan teknologi tersebut membuka ruang pemanfaatan platform digital untuk menopang proses pembelajaran dan pengambilan keputusan dalam berusaha tani.
Peluncuran FARMRISE sendiri berlangsung di tengah tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks. Perubahan iklim dan serangan hama yang dinamis menuntut petani memiliki sumber informasi yang bisa diandalkan. Kehadiran platform digital dinilai menjadi salah satu jalan untuk menjembatani kebutuhan tersebut, terutama bagi generasi muda yang telah terbiasa menggunakan perangkat teknologi dalam keseharian.
Jambore SOBAT Bayer di Malang menjadi ajang pertemuan sekitar 800 petani dari berbagai wilayah Indonesia. Dalam kegiatan itu, para peserta tidak hanya menyaksikan peluncuran platform baru, tetapi juga memperoleh kesempatan memahami bagaimana FARMRISE dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan usaha tani mereka.
Bayer Indonesia menegaskan bahwa pengembangan FARMRISE merupakan bagian dari upaya mendekatkan pengetahuan dan layanan pertanian kepada petani. Dengan memanfaatkan perangkat dan aplikasi digital, informasi yang selama ini tersebar di berbagai kanal dapat diakses lebih mudah dan cepat oleh pengguna di lapangan.
Ke depan, pemanfaatan platform digital di sektor pertanian diperkirakan terus tumbuh seiring meningkatnya jumlah petani muda yang melek teknologi. FARMRISE diposisikan sebagai salah satu instrumen untuk memastikan petani tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga pendampingan yang sesuai dengan kondisi usaha tani masing-masing.
Sumber: JPNN.com






