Lutimterkini- Jakarta — Pemerintah memastikan kebutuhan dana untuk rehabilitasi dan rekonstruksi kawasan terdampak bencana di Sumatra bakal tersedia sesuai tahapan yang tertuang dalam rencana induk. Kepastian itu mengemuka dalam pertemuan antara Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dan Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Selasa (27/10).
Dalam pertemuan tersebut, Tito yang juga menjabat Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra menuturkan bahwa pembahasan mencakup pembiayaan penanganan pascabencana untuk 2027. Berdasarkan dokumen rencana induk, proses rehab-rekon dijadwalkan berlangsung pada 2026 sampai 2028. Ia menyampaikan bahwa diskusi dengan Menkeu telah dilakukan dan anggaran diyakini tersedia.
Pertemuan kedua menteri itu juga menyoroti kondisi daerah yang mengalami kesulitan fiskal. Langkah yang diambil adalah mencari jalan keluar sekaligus memetakan daerah dengan kapasitas fiskal rendah. Menurut Tito, tim teknis gabungan dari Kementerian Keuangan dan Kemendagri akan dibentuk untuk menangani persoalan tersebut.
Tim teknis itu nantinya memfokuskan perhatian pada daerah yang pembiayaan belanja pegawainya melampaui 40 hingga 50 persen. Tito menilai kondisi itu terjadi kendati program dari pemerintah pusat sebenarnya sudah banyak mengalir ke daerah.
Isu lain yang dibicarakan adalah insentif fiskal bagi daerah berprestasi. Kemendagri menyalurkan bantuan pemerintah sebagai bentuk apresiasi berdasarkan sejumlah kategori penilaian. Pemberian itu diharapkan memacu persaingan sehat antar kepala daerah.
Dari sisi Kemenkeu, Suahasil menegaskan bahwa program rehab-rekon pascabencana Sumatra yang sudah dianggarkan pada 2026 wajib rampung sesuai rencana. Pemerintah, lanjutnya, perlu menyiapkan kebutuhan pendanaan guna mendukung kelanjutan program pada 2027 dan 2028.
Suahasil memastikan ketersediaan anggaran rehab-rekon tetap terjaga dan sejalan dengan rencana induk. Kepastian pendanaan dinilai penting agar seluruh rangkaian penanganan pascabencana tuntas tanpa menyisakan pekerjaan yang belum selesai. Ia menekankan agar tidak ada pekerjaan yang menggantung atau berakhir tidak tuntas.
Sumber: CNN Indonesia






