Lutimterkini- Parepare — Cuaca ekstrem berupa hembusan angin kencang melanda Kota Parepare, Sulawesi Selatan, selama dua hari berturut-turut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat sebanyak 76 unit rumah penduduk mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan dari ringan hingga sedang. Tidak ada laporan kerusakan berat dalam kejadian ini.
Kepala Pelaksana BPBD Parepare, Rasdy Gery, menyampaikan bahwa pada hari kedua pihaknya menemukan tambahan sekitar 41 rumah yang terdampak. Dengan tambahan tersebut, jumlah keseluruhan rumah yang rusak mencapai 76 unit. Ia menegaskan bahwa sampai saat ini belum ditemukan kerusakan dengan kategori berat.
Sebaran rumah yang mengalami kerusakan mencakup 12 kelurahan di wilayah Parepare selama Selasa hingga Rabu, 15-16 September. Dua kelurahan dengan jumlah rumah terdampak terbanyak adalah Bukit Harapan dan Galung Maloang. Adapun kelurahan lainnya yang turut terdampak meliputi Bukit Indah, Ujung Baru, Ujung Lare, Lompoe, Lemoe, Lumpue, Bumi Harapan, Tirosompe, Labukkang, dan Lapadde.
Menurut Rasdy, kerusakan kategori sedang ditandai dengan rusaknya sekitar sepertiga bagian bangunan rumah. Sementara itu, kerusakan ringan umumnya berupa lepasnya atap seng hingga patahnya balok penyangga. Ia menjelaskan bahwa balok kayu yang sudah lapuk membuat sejumlah rumah lebih mudah mengalami kerusakan saat diterpa angin.
Meski puluhan rumah terdampak, warga hingga kini memilih tetap tinggal di kediaman masing-masing. BPBD memastikan belum ada warga yang mengungsi karena peristiwa ini tidak diikuti hujan deras. Rasdy menambahkan bahwa jika kondisi cuaca memburuk dan hujan turun lebat, bukan tidak mungkin warga baru akan mencari tempat pengungsian.
Selain merusak bangunan tempat tinggal, angin kencang juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang di berbagai titik strategis. Ranting dan batang pohon yang roboh itu menimpa jaringan utilitas, sehingga pasokan listrik dan layanan telekomunikasi warga mengalami gangguan. Rasdy mengungkapkan bahwa gangguan pada kabel listrik dan jaringan Telkom tersebut merupakan dampak lanjutan dari pohon-pohon yang tumbang.
Berdasarkan pemantauan BPBD, kecepatan angin di Parepare rata-rata mencapai 37 kilometer per jam. Hembusan mendadak atau gust bahkan tercatat sempat menyentuh 45 kilometer per jam selama beberapa detik. Rasdy menyebut hembusan singkat tersebut biasanya datang secara tiba-tiba dengan durasi sekitar tiga sampai lima detik.
Menyikapi kondisi ini, BPBD mengimbau seluruh warga untuk lebih waspada terhadap ancaman cuaca ekstrem. Masyarakat juga diharapkan memperhatikan kekuatan struktur bangunan rumah agar lebih tahan terhadap terpaan angin kencang. Kewaspadaan dinilai penting mengingat potensi hembusan angin mendadak masih dapat terjadi sewaktu-waktu.
Sumber: detik.com






