Lutimterkini- Palu — Nama Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid kembali mencuat dalam percaturan politik nasional. Lembaga Indonesia Political Opinion (IPO) menempatkannya sebagai salah satu tokoh dari kawasan timur Indonesia yang diperhitungkan dalam bursa calon presiden. Hasil itu tertuang dalam survei bertema Refleksi dan Evaluasi Publik: Dua Tahun Kabinet Merah Putih yang digelar pada 12-20 Oktober 2026.
Survei tersebut melibatkan 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi. Penarikan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling, dengan margin of error sekitar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden diajukan pertanyaan terbuka mengenai sosok yang akan dipilih jika pemilihan presiden digelar hari itu juga.
Dari hasil survei, sebanyak 0,2 persen responden menjatuhkan pilihan pada Anwar Hafid. Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menilai angka itu cukup berarti. Ia menyebut Anwar sebagai satu-satunya figur yang tidak dikenal responden di kawasan barat Indonesia, namun tetap memiliki elektabilitas yang kokoh.
Menurut Dedi, kemunculan nama Anwar memberi sinyal bahwa kompetisi capres tidak lagi terkunci pada tokoh-tokoh dari Pulau Jawa. Publik, katanya, mulai menimbang figur berdasarkan kompetensi yang dimiliki. Dedi menambahkan, Anwar dinilai berhasil dalam menjalankan tugas pemerintahan selama ini sehingga diperhitungkan oleh responden.
IPO juga menemukan pola berbeda antara pemilih di barat dan timur Indonesia. Responden dari kawasan barat, menurut Dedi, lebih banyak menilai tokoh berdasarkan kesukaan terhadap sosoknya. Sementara itu, pemilih di kawasan timur cenderung mendasarkan penilaian pada program dan kinerja yang ditunjukkan figur tersebut.
Selain Anwar, survei yang sama memunculkan nama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dengan tingkat keterpilihan 2,0 persen. Nama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga masuk daftar dengan perolehan 1,0 persen. Dedi menyatakan, pilihan terhadap ketiga tokoh itu muncul karena mereka dianggap mampu bekerja dengan baik.
Dedi melanjutkan, loyalitas masyarakat Indonesia timur terhadap tokoh asal kawasan mereka terbilang tinggi. Kondisi itulah yang membuat sejumlah nama dari timur masuk dalam radar capres. Anwar, menurutnya, dikenal sebagai figur yang dekat dengan publik dan berhasil menjalankan program yang dinanti masyarakat. Alasan serupa, lanjut Dedi, berlaku bagi Sherly, meski popularitasnya lebih luas karena dikenal tidak hanya di timur tetapi juga di barat.
Dari survei IPO, sejumlah nama yang masuk dalam radar capres antara lain Sherly Tjoanda, Anwar Hafid, dan Andi Amran Sulaiman.
Sumber: detik.com






