Lutimterkini- Makassar — Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan resmi memiliki pemimpin baru. Irjen Pol Dr. Awal Chaeruddin, S.I.K., M.H., dipromosikan menduduki kursi Kapolda Sulsel, menggeser Irjen Pol Djuhandani Raharjo yang ditarik ke Mabes Polri untuk mengemban tugas berbeda. Pergantian ini termaktub dalam Surat Telegram Kapolri bernomor ST/2205/X/KEP./2026 yang dikeluarkan lewat Wakapolri Komjen Pol Wahyu Adiningrat.
Rotasi tersebut bukan sekadar perpindahan orang. Ini merupakan rangkaian penyegaran organisasi di tubuh Polri, terutama untuk menata ulang sejumlah posisi strategis di tingkat kewilayahan. Sejumlah kapolda di berbagai daerah ikut terdampak dalam surat telegram yang sama, termasuk Sulawesi Tengah, Jawa Barat, Maluku, Metro Jaya, Riau, dan Kepulauan Riau. Artinya, pergantian di Sulsel berjalan seiring dengan perombakan yang lebih luas di jajaran kepolisian daerah.
Sebelum menerima tongkat komando Polda Sulsel, Awal Chaeruddin bertugas di Mabes Polri sebagai Analis dan Advokasi Hukum. Perwira tinggi lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994 ini menempuh perjalanan karier panjang di institusi kepolisian. Jejak pendidikannya juga mencatat pencapaian tersendiri, yakni anugerah bintang termuda dari angkatan di lingkungan pendidikan kepolisian.
Nama Awal bukan hal baru di lingkaran pemerintahan. Pada periode 2014 hingga 2019, ia dipercaya menjadi ajudan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pengalaman mendampingi orang nomor dua di republik itu memberinya bekal dalam urusan manajerial serta komunikasi institusi. Kemampuan semacam ini dinilai relevan ketika ia kini harus memimpin wilayah dengan dinamika keamanan dan pemerintahan yang kompleks seperti Sulawesi Selatan.
Djuhandani Raharjo sendiri tidak serta-merta kehilangan peran. Ia mendapat penugasan baru di Mabes Polri. Perpindahan ini menandai berakhirnya masa kepemimpinannya di Polda Sulsel dan membuka babak baru bagi Awal Chaeruddin dalam mengelola salah satu wilayah kepolisian yang cukup strategis di kawasan timur Indonesia.
Dengan penunjukan tersebut, Awal resmi masuk dalam daftar perwira yang mendapat kepercayaan memimpin wilayah kepolisian dengan tingkat kerumitan tersendiri. Sulawesi Selatan dikenal memiliki dinamika keamanan, sosial, dan pemerintahan yang menuntut kepemimpinan cermat. Pengalaman sebagai ajudan wapres dan latar belakang advokasi hukum menjadi modal awal yang ia bawa ke Makassar.
Surat telegram yang diterbitkan pada kategori KEP tahun 2026 itu sekaligus menegaskan pola rotasi berkelanjutan di institusi Polri. Penyegaran posisi di tingkat kewilayahan menjadi bagian dari upaya menjaga efektivitas organisasi. Bagi Sulsel, kepemimpinan baru di Polda diharapkan mampu menjawab tantangan keamanan yang terus berkembang.
Awal Chaeruddin kini memikul tanggung jawab besar. Publik Sulawesi Selatan menantikan arah kebijakan kepolisian di bawah komandonya, terutama dalam menjaga stabilitas dan pelayanan kepada masyarakat di wilayah yang dinamis ini.
Sumber: bentara.co






