Lutimterkini—Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Luwu Timur menyatakan keprihatinannya atas aktivitas yang dilakukan oleh PT Prima Utama Lestari (PUL).
Dalam rilisnya, Jumat (09/08/2024), Organisasi kepemudaan ini menyoroti aktivitas PT PUL yang saat ini telah melakukan penimbunan Jeti yang berlokasi di desa Ussu, Malili. Kabupaten Luwu Timur.
Rahmat Hidayat Sekretaris Bidang Lingkungan dan SAR DPD KNPI Luwu Timur menyebutkan penimbunan sungai yang akan dijadikan Jeti sebulan terakhir berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang serius.
“Sekarang mereka lagi penimbunan Jeti dengan menutup sungai, ini berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dan juga mengganggu aktivitas petani tambak di sekitarnya.” Ujar Rahmat
Selain penimbunan jeti, Rahmat juga menyoroti kendaraan PT PUL yang melintas di badan jalan lintas provinsi yang banyak meninggalkan bekas tanah yang menyebabkan jalan menjadi licin
“PT PUL ini semenjak beraktivitas kembali, jalan tempat armadanya melintas banyak meninggalkan tanah dan membuat jalan menjadi licin, itu berpotensi menimbulkan kecelakaan” tambahnya
Ketua DPD KNPI Luwu Timur Ibriansyah Irawan, membenarkan pihaknya sedang menyoroti aktivitas pertambangan PT PUL “Kami banyak menerima laporan dari masyarakat tentang aktivitas ini, dan sementara mengkaji secara secara serius, apalagi PT PUL punya riwayat pemberhentian Izin beberapa Tahun lalu” tutup Rian.
sementara itu, kepala dinas lingkungan hidup Lutim Anddi Makkaraka meminta seluruh perusahaan pertambangan bisa melengkapi dokumen Amdal, termasuk keselamatan dan kesehatan kerja. ” Apa yang dikemukakan oleh KNPI dan lembaga lainnya saya kira positif dan merupakan masukan dalam rangka perbaikan sistem pertambangan untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup. kami berharap para investor bisa nyaman tapi sebelumnya harus melengkapi dokumen dan persyaratan yang telah diatur dalam regulasi yang ada,” imbuh Makkaraka.
Perihal sorotan ini belum ditanggapi manajemen PT PUL. Pewarta Lutimterkini.com telah berupaya mengkonfirmasi salah seorang manajemen PT PUL, namun hingga berita ini diturunkan telepon selular yang bersangkutan tidak diangkat. (Lt/sps/acs).






