Lutimterkini- Palu — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan bahwa durian asal Sulawesi Tengah memiliki cita rasa yang lebih baik ketimbang durian Thailand. Klaim tersebut ia sampaikan berdasarkan pengakuan dari mitra dagang di China yang selama ini dikenal sebagai pasar utama durian Thailand. Menurut Maman, keunggulan rasa ini menjadi modal berharga bagi Sulteng untuk memperluas penetrasi ke pasar internasional, khususnya Tiongkok.
Pernyataan itu disampaikan Maman saat menghadiri acara Gerakan 1000 Pelaku Usaha Ekspor dan Pengusaha UMKM dari Bumi Tadulako Menuju Pasar Global. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Best Westren Palu, Senin (28/9/2026). Dalam forum itu, ia memberikan apresiasi tinggi kepada Sulawesi Tengah yang dinilainya telah membuktikan diri sebagai salah satu produsen durian yang mampu menembus pasar mancanegara, dengan Parigi Moutong sebagai daerah perintis.
Maman mengungkapkan bahwa dalam komunikasi dengan pihak China, disebutkan secara gamblang bahwa durian Indonesia sejatinya memiliki rasa yang lebih enak dibandingkan durian Thailand. Namun, ia tidak menampik adanya kendala serius yang masih menghantui ekspor durian Sulteng, yakni keterbatasan volume suplai. Persoalan ini, menurut dia, menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus segera diatasi agar potensi pasar yang besar tidak sia-sia.
Ia berharap momentum kerja sama dan penandatanganan MoU dengan lembaga pendidikan serta institusi ekonomi di Tiongkok dapat dimanfaatkan sebagai pemacu percepatan ekspor durian Indonesia, terutama yang berasal dari Sulawesi Tengah. Maman meminta agar langkah tersebut ditindaklanjuti bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tengah serta pemerintah provinsi. Tujuannya tidak lain untuk membuka akses pasar yang lebih luas demi menggerakkan perekonomian daerah.
Dari sisi pemerintah daerah, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyatakan kesiapannya menghadapi tantangan pasar global. Ia memaparkan bahwa ekspor durian dari wilayah Parigi Moutong, Poso, dan Sigi saat ini telah mencapai 8.162 ton. Angka tersebut diketahui telah memenuhi standar yang ditetapkan General Administration of Customs of China (GACC).
Anwar juga menyoroti kemudahan transportasi yang kian membaik. Penerbangan dari Palu menuju Guangzhou kini tersedia dua kali dalam sepekan. Berdasarkan informasi dari Kepala Bandara, pada Oktober mendatang frekuensi penerbangan tersebut diperkirakan hampir tersedia setiap hari. Kondisi ini dinilainya akan semakin mempermudah proses ekspor ke depan.
Kepada seluruh pelaku UMKM Bumi Tadulako, Anwar mengajak mereka memiliki keberanian untuk menembus pasar ekspor. Ia mengaitkan semangat tersebut dengan falsafah Nambaso yang menjadi pegangan masyarakat setempat. Menurutnya, tidak ada hal yang mustahil apabila seseorang memiliki kemauan untuk berani mencoba, karena orang-orang hebat berhasil justru karena keberanian mereka.
Sumber: detik.com






