Lutimterkini- Episode pengadaan 26 unit mobil ambulans di kabupaten Luwu Timur yang berasal dari program CSR PT Vale Indonesia Tbk, sepertinya masih akan berlanjut. Puluhan armada ambulans untuk mendukung program Garda Sehat Pemkab Luwu Timur itu belum sampai ke sejumlah desa sebagai penerima manfaat. Masalah ini makin pelik, lantaran vendor Erwin Sandi hingga saat ini tidak dapat dihubungi baik oleh kepala desa maupun dealer di Serpong. Padahal 24 desa sebagai penerima manfaat dari ambulans ini telah mentrasfer dana rata-rata sebesar Rp 250 juta kepada vendor Erwin Sandi.
Berikut fakta-fakta seputar pengadaan 26 unit armada ambulans di Luwu Timur :
– 24 desa mentransfer dana ke rekening perusahaan PT Malili Suplai Utama sejak 30 Januari 2026. Perusahaan inilah yang digunakan Erwin Sandi untuk mengelolah pengadaan 26 unit ambulans.
– Dalam klausal kontrak, seharusnya puluhan ambulans ini diterima oleh desa sejak 22 April 2026.
-Ada 5 unit Ambulans telah tiba untuk 5 desa di Malili, sementara 21 sisanya masih berada di Dealer. Informasi yang dihimpun menyebutkan 21 unit ambulans ini belum dibayar oleh vendor.
Sebelumnya, Erwin R Sandi menitip pesan klarifikasi ke salah satu media online melalui sahabatnya, Hajar. Katanya, pengadaan ambulance sebanyak 26 unit. Desa yang telah melakukan transfer sebanyak 24 desa.
“Jumlah transfer yang masuk ke kami 24 desa x 250 juta : 6 miliar. Kami telah melakukan PO pada dealer sebanyak 26 unit. Pada saat kami melakukan PO di dealer, ada stok 5 unit dan kami langsung mengambil itu,” pesan Erwin R Sandi kepada Hajar diteruskan kepada media kolomdata.id, Sabtu, (02/05/2026).
“Sisanya oleh pihak dialer kami harus menunggu produksi dikarenakan yang kami mau adalah produksi 2026. Sementara saat kami PO stoknya habis. Ambulance telah ada di Luwu Timur sebanyak 5 unit,” sambung Erwin R Sandi melalui Hajar.
Hajar bilang, Erwin R Sandi saat ini berada di Jakarta untuk mengurus sisa unit sesuai kontrak. “Mobilnya yang sesuai spek juga sudah tidak produksi. Tapi karena PO ku besar dan saya lobi mereka akhirnya mau produksi,” pengakuan Erwin kepada Hajar
Dari penelusuran, mobil Daihatsu Luxio yang dipesan di TMS Daihatsu Serpong, Kabupaten Tenggarong sudah ready sejak Februari 2026. Hanya saja, Erwin R Sandi tak menyelesaikan pembayaran.
“Kita tidak ada kendala. Kami sudah siapkan 21 unit dari Februari. Unit ada semua. Bahkan sebelum deadline kita siapkan lebih maju unitnya. Tapi belum dibayarkan,” kata Supervisor TMS Daihatsu Serpong, Ratno Budiarto melalui sambungan telepon WhatsApp kepada pewarta, Senin (11/05/2026).
Ratno mengaku kehilangan kontak (lose contact) dengan Erwin R Sandi. Ia hanya bisa berkomunikasi dengan rekan Erwin R Sandi bernama Herlina Andriani Haris. Seorang perempuan yang digunakan Erwin R Sandi untuk memesan unit di dealer Daihatsu.
“Herlina bilang belum ada pembayaran dari sana (PT Vale). Padahal kami sudah dikonfirmasi juga dari PT Vale, uangnya sudah ditransfer ke Vendor. Karena masalah ini, saya kena marah dengan atasan. Saya bisa kehilangan pekerjaan Pak,” ungkap Ratno Budiarto.
Dia melanjutkan, Erwin R Sandi melalui Herlina memesan 26 unit. Uang yang disetorkan baru booking fee sebanyak Rp 260 juta. Ini hitungan booking fee Rp 10 juta per unit.
“Sudah pelunasan 2 unit. Harga per unitnya Rp 199,79 juta. Yang 3 unit itu dari dealer lain. Bukan dari saya. PT Malili ini pecah dealer. Tersisa 21 unit ini belum dibayar. Sekarang unitnya tinggal. Unit yang sangat sulit dijual. Saya kena marah dari atasan. Kami jadi korban,” bebernya lagi.
Siapa Herlina Andriani Haris ?
Dalam pengadaan 26 unit ambulance merek Daihatsu Luxio D, Erwin R Sandi menggunakan jasa Herlina Andriani Haris. Perempuan yang bekerja sebagai sales di salah satu perusahaan kendaraan roda empat (bukan Daihatsu) di Kota Makassar.
Perempuan yang disapa Lina ini rela pindah KTP agar harga unit mobil murah. Harganya Rp 199 juta lebih. Tak cukup Rp 200 juta. Dokumen faktur dan lainnya nanti diurus di Sulsel.
Saat dicecar wartawan melalui sambungan telepon, sayangnya, Lina tak ingin memberikan keterangan terkait kendala pemesanan unit Luxio. “Sy tidak berhak untuk konfirmasi sama mas! Sy cuma mau konfirmasi dari pihak vale saja !,” tulisnya melalui pesan WhatsApp.
“Jadi tolong jangan di hubungi lagi. Terkait masalah tersebut boleh langsung konfirmasi sama yang bersangkutan bukan sama saya !!!,” sambung Lina melalui pesan WhatsApp.
Tak ada lagi keterangan lain dari Lina. Panggilan telepon sempat diangkat, namun dimatikan lagi.
Media ini telah menerima dokumen PO 26 unit Daihatsu Luxio. Dalam dokumen itu, tertulis dibuat tanggal 3 Februari 2026. Harga setiap unitnya Rp 230 juta.
Harga ini ternyata di atas kertas saja. Harga setiap unit dari pengakuan supervisor Daihatsu Luxio, hanya Rp 199 jutaan. Tak sampai Rp 200 juta.
Para kepala desa sudah mengirim uang Rp 250 juta dari total harga unit Rp 280 juta. Namun, Erwin R Sandi tak menyelesaikan pembayaran ke pihak dealer. Kontaknya tak bisa dihubungi. (Lt/sps/ris)






