Lutimterkini- Kabupaten Luwu Timur dikenal memiliki sejumlah tempat wisata yang menakjubkan dan menarik untuk dikunjungi. Destinasi wisata itu tersebar di sejumlah kecamatan dan mudah dijangkau. Salah satunya adalah destinasi wisata yang terletak di kecamatan Wasuponda, desa Ledu-Ledu yakni wisata air terju Mata Buntu.
“ Air terjun Matabuntu ini Air terjun ini memiliki daya tarik yang unik (luar biasa/berbeda/langka) dan khas yang sangat menarik” ujjar Kapolres Luwu Timur AKBP Zulkarnain, saat menyambangi panorama alam Mata Buntu di Wasuponda, Minggu (02/06/2024).
Kapolres Zulkarnain menagku baru pertama kali mengunjungi wisata air terjun Matabuntu ini dan mengungkapkan pesona dan daya tarik luar biasa di tempat ini. “ Waktu tak terasa ketika kita menikmati panorama alam sekaligus menceburkan diri di beberapa spot dengan air terjun yang airnya jernih. Kalau ke sini jangan lupa membawa makanan yang banyak, pakaian dan perlengkapan lainnya,” ajak Kapolres Zulkarnain didampingi sejumlah personil Polres Luwu Timur.
Sementara itu kepala dinas pariwisata pemuda dan olahraga Luwu Timur, Andi Tabacina Achmad mengucapkan terima kasih atas perhataian dan ajakan kapolres Luwu Tmur mempromosikan destinasi wisata air terjun Matabuntu. “ Apresiasi kami untuk bapak Kapolres yang telah membantu mempromosikan destinasi wisata di daerah ini. Saya sudah mlelihat video ketika jajaran Polres Luwu Timur tengah menikmati panorama alam di Matabuntu, sangat keren . Terima kasih. Kami berharap elemen lainnya juga bisa berpartisipasi dan berkolaborasi dalam mendukung promosi pariwisata kabuapten Luwu Timur,” ujar Tabacina.
Sekadar diketahui, Untuk mencapai air terjun yang memiliki 33 undakan berbentuk mangkuk bersusun ini, wisatawan harus menaiki 210 anak tangga (sebenarnya tidak ada angka pasti tentang ini karena jumlahnya sering berubah menurut wisatawan). Namun lelah dijamin terbayar dengan keindahan, ketenangan, serta kesejukan yang ada disana. Apalagi jika sudah bertemu kupu-kupu dan anggrek.
Masyarakat percaya bahwa air terjun ini memiliki sumber mata air yang sama dengan Danau Matano di Kecamatan Nuha. Masyarakat juga percaya bahwa ketika gemuruh air terjun terdengar lebih keras dari biasanya, bahkan terdengar di jarak yang cukup jauh, itu pertanda akan ada warga yang akan meninggal.
Karena kandungan kapur di dalam air ini, maka ranting/dahan pohon yang tumbang ke dalamnya dan teraliri secara terus menerus lama kelamaan membentuk batu/undakan baru, sekaligus membuatnya aman dipijak tanpa khawatir tergelincir akibat licin. Maka tidak heran jika air terjun ini dijuluki kayu batu yang keset seperti keset.
Keunikan lainnya adalah, terdapat bebatuan yang menyerupai alat kelamin pria yang konon dapat membantu pasangan yang belum dikaruniai anak untuk segera memiliki anak. Adapula yang meyakini air terjun ini bertuah sebagai tempat mengikat janji bagi pasangan muda-mudi. (Lt/sps/acs).






