• Disclaimer
  • Home
  • Iklan
  • Kode Etik Jurnasitik
  • Kontak
  • Luwu Timur
  • Redaksi
  • VIDEO
Oktober 30, 2026
Info luwu timur
  • Nasional
  • Internasional
  • Luwu Timur
  • Daerah
  • Sulsel
  • Opini
  • Politik
  • Pilkada
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Luwu Timur
  • Daerah
  • Sulsel
  • Opini
  • Politik
  • Pilkada
No Result
View All Result
Info luwu timur
No Result
View All Result
Home Luwu Timur

Karhutla di Loeha Raya Disinyalir Unsur Kesengajaan, Warga Minta Gakum Usut Tuntas

29 Oktober 2026
in Luwu Timur
0
Karhutla di Loeha Raya Disinyalir Unsur Kesengajaan, Warga Minta Gakum Usut Tuntas
Share on FacebookShare on Twitter

Lutimterkini- Kebakaran hutan dan lahan yang menghanguskan kawasan Loeha Raya, Kecamatan Towuti, Luwu Timur, diduga kuat bukan sekadar dampak kemarau.

Pola pembakaran yang sistematis dan berulang mengarah pada dugaan kejahatan terencana pembukaan lahan perkebunan lada.

Hingga Senin, 26 Oktober 2026, api masih merambat di sejumlah titik. Asap tebal menyelimuti wilayah Loeha Raya yang meliputi lima desa, yakni Loeha, Rante Angin, Bantilang, Masiku, dan Tokalimbo.

Penyelidikan kini mengarah pada oknum pembakar yang diduga memanfaatkan cuaca panas ekstrem untuk melancarkan aksinya dengan dalih membuka kebun merica.

“Modusnya dibakar karena dianggap paling murah dan cepat. Padahal risikonya jelas, api bisa merambat kemana-mana dan menghanguskan ribuan hektare,” ujar Saharuddin, warga Loeha Raya, saat diwawancarai (25/10/2026).

Investigasi di lapangan mengungkap fakta  di balik karhutla. Sekitar 60 persen penggarap di Desa Loeha dan Rante Angin disebut bukan warga asli Luwu Timur.

Warga menuturkan, para pendatang tersebut berbondong-bondong menyerobot kawasan hutan dengan mengantongi alas hak yang asal-usulnya tidak jelas.

“Kami tidak tahu darimana mereka dapat lahan. Tiba-tiba datang, mengklaim, lalu membakar,” kata Saharuddin.

Kondisi ini kontras dengan Desa Bantilang. Petani di sana menegaskan lahan yang mereka garap merupakan lahan turun temurun seluas 3-4 hektare yang telah memiliki Surat Keterangan Tanah ( SKT ) lama, atau berasal dari lahan pelepasan PT Inco dulu.

“Lahan kami jelas dari keluarga. Kalau pun beli, kami beli dari warga setempat yang memang punya alas hak,” kata Fatma, petani lada di Bantilang.

Menurut warga, praktik transaksional jual beli kawasan hutan paling brutal terjadi di Loeha dan Rante Angin.

“Kawasan hutan lindung di Loeha Raya, khususnya Loeha dan Rante Angin, kami perkirakan sudah ribuan hektare diserobot. Parahnya, memanfaatkan kemarau ini, ditempuh jalan pintas dengan cara dibakar,” kata warga lain yang menolak namanya ditayangkan.

Ali Kamri Nawir Diperiksa Gakkum

Sejumlah warga Loeha Raya menyebut sosok Ali Kamri sebagai tokoh sentral di balik berdirinya Asosiasi Pengusaha Lada (APL) di Loeha Raya.

Yang bersangkutan diduga memfasilitasi APL dengan mendompleng LSM dan lembaga pemerhati lingkungan.

“Kami tidak tahu apakah ini bagian dari modus untuk memuluskan perambahan kawasan hutan di Loeha, Rante Angin, dan Masiku. Kami sudah dengar Pak Ali Kamri saat ini tengah diperiksa APH terkait perannya dalam pengelolaan dan perambahan kawasan,” ujar warga.

Hingga kini, Gakkum Sulawesi Selatan dikabarkan tengah mendalami dugaan keterlibatan Ali Kamri dalam pusaran karhutla dan transaksi jual beli lahan hutan di Loeha Raya. Pihak berwenang diharapkan mampu membongkar siapa aktor intelektual di balik pembakaran terencana ini.

Warga mendukung langkah tegas aparat. “Kami dengar sudah ada yang ditangkap karena membuka kawasan hutan. Kami jelas mendukung langkah ini untuk memberantas praktik jual beli kawasan hutan,” ucapnya.

Desak Bentuk Satgas Karhutla

Tokoh masyarakat Loeha Raya mengusulkan pembentukan Satuan Tugas Karhutla khusus.

Menurut pandangannya, personel KPH Larona yang menjaga kawasan hutan lindung di Loeha dinilai sangat minim dan terbatas, sehingga tidak maksimal mengawasi perambahan.

“Kami usulkan sesegera mungkin dibentuk Satgas Karhutla untuk mencegah massifnya perusakan dan perambahan kawasan hutan lindung,” desak warga.

Hingga berita ini ditayangkan, keterangan resmi dari para Kepala Desa se-Loeha Raya, yakni Kepala Desa Loeha, Rante Angin, Bantilang, Masiku, dan Tokalimbo, masih dinantikan untuk memastikan status lahan dan izin pembukaan kebun lada di wilayah tersebut. (Lt/sps/acs)

ShareTweetShare

Related Posts

Polres Lutim Tetapkan Warga 48 Tahun Tersangka Karhutla di Nickel Hills

Polres Lutim Tetapkan Warga 48 Tahun Tersangka Karhutla di Nickel Hills

by redaksi
0

Lutimterkini- Malili — Kepolisian Resor Luwu Timur menetapkan seorang pria berusia 48 tahun berinisial RA, yang dikenal dengan sapaan Bapak...

Polres Lutim Tangkap  Oknum Warga Diduga Bakar Kawasan Hutan di Towuti

Polres Lutim Tangkap Oknum Warga Diduga Bakar Kawasan Hutan di Towuti

by redaksi
0

Lutimterkini- Satreskrim Polres Luwu Timur menindaklanjuti laporan mengenai dugaan pembukaan lahan dengan cara membakar di kawasan Nickel Hill, Kecamatan Towuti,...

Borong, Oknum Warga Dampala Diduga Kuat Jadi Penggerak Karhutla Masif dan Perambahan Liar di Morowali

Borong, Oknum Warga Dampala Diduga Kuat Jadi Penggerak Karhutla Masif dan Perambahan Liar di Morowali

by redaksi
0

Lutimterkini- Penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dugaan perambahan liar di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, saat ini tengah...

Please login to join discussion

RECOMMENDED

BSG Kosongkan Kursi Direksi Dana dan Treasuri, Keputusan Final Menanti RUPS 2027

BSG Kosongkan Kursi Direksi Dana dan Treasuri, Keputusan Final Menanti RUPS 2027

Rumah warga di Tomohon yang hangus terbakar

Api Hanguskan Rumah di Woloan, Seorang Wanita Muda Tak Selamat

  • 52.2M Fans
  • 134 Followers
  • 69.6k Followers
  • 206k Subscribers
  • 595 Followers
  • 24k Followers

MOST VIEWED

  • PT Vale Indonesia Tbk  Bakal Bangun Pabrik HPAL di Malili, Serap 6.000 Tenaga Kerja

    PT Vale Indonesia Tbk Bakal Bangun Pabrik HPAL di Malili, Serap 6.000 Tenaga Kerja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PSN Kawasan Industri Malili, Nilai Investasi Rp 221 T dan Bakal Serap 40 Ribu Tenaga Kerja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penjelasan Ketua DPRD Lutim Soal Video Viral Dirinya Enggan Bersalaman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Breaking News : 1 Warga Wawondula, Luwu Timur Positif Covid-19

    5517 shares
    Share 5517 Tweet 0
  • Breaking News : Tambah 9, Warga Lutim Positif Corona Jadi 11 Orang

    3743 shares
    Share 3743 Tweet 0
Info luwu timur

© 2021 NEWS

LUTIM TERKINI

  • Landing Page
  • All Features
  • Get JNews
  • Kontak

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Homepage Layout 1
    • Homepage Layout 2
  • Politik
  • Internasional
  • Bisnis
  • Science
  • Nasional
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Regional
  • Sulsel
  • Travel
  • Teknologi
  • Kesehatan
  • Pendidikan

© 2021 NEWS

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In