Lutimterkini- Kisah haru dialami dua nelayan sekaligus kru kapal penangkap ikan (bagan) Tolala Raya 01 desa Wewangriu Malili, Luwu Timur Adrian alias Boy dan Ikmil, setelah kapalnya karam dihantam ombak.
Keduanya berhasil selamat setelah terombang-ambing terbawa derasnya arus laut sejak pukul 22.00 wita tadi malam . Kedua pemuda ini berhasil menyelamatkan diri memanfaatkan penutup gabus ikan yang sempat diraih sebelum kapal mereka tenggelam ke dasar laut.
“ Sejak pukul 3 siang kemarin, angin kencang di sekitar Bulu Poloe menyebabkan ombak setinggi kurang lebih dua meter membuat Bagan kami mulai oleng. Cuaca buruk ini terus berlanjut hingga malam dan membuat kapal kami tenggelam ke dasar laut,” cerita Boy kepada pewarta Lutimtermkini.com.
Dia mengatakan, setelah kapalnya karam, dia bersama 3 rekannya yang lain berupaya menyelamatkan diri dengan mengambil penutup gabus ikan yang digunakan sebagai pelampung.
“ Sewaktu kapal sudah tenggelam kebetulan saya berdekatan dengan Ikmil, sedangkan dua teman yang lain terpisah dengan kami.Semoga mereka berdua bisa ditemukan dalam kondisi selamat,” imbuh Boy.
Selama terombang-ambing di tengah lautan dalam kondisi gelap gulita dirinya tak henti-hentinya berdoa agar pertolongan bisa segera datang. “ Saya bersama Ikmil terus berpegangan kuat dengan penutup gabus yang sempat kami raih agar tetap bisa bertahan. Kami terus dihantam ombak dan terbawa arus deras dari pukul 11 malam hingga pukul 6 pagi tadi, “ cerita Boy.
Keduanya akhirnya ditemukan oleh seorang nelayan di perairan sekitar Wotu. “ Alhamdulilah. Seorang nelayan asal Wotu , namanya Pak Hasanuddin berhasil menemukan dan membawa kami pulang ke Malili dalam kondisi selamat,” pungkasnya.
Kedua kru kapal penangkap ikan tersebut, telah tiba di pusat pendaratan ikan (PPI) Malili desa Wewangriu, Selasa (3/.01/2023) sekitar pukul 09.30 wita. . Sementara itu tim Sar, PMI, BPBD Luwu Timur bersama tim rescue PT. Vale telah diterjunkan ke lokasi untuk mencari dua kru lainnya. (LT/BN/ws)






