Lutimterkini— Pengurus Kerukunan Wawainia Asli Sorowako (KWAS) menyampaikan bahwa persiapan proses pemilihan Ketua dan Wakil Ketua KWAS perlu dilakukan secara matang, terukur, dan mengedepankan kepentingan seluruh warga asli Sorowako yang tersebar di empat kecamatan, yakni Nuha, Towuti, Wasuponda, dan Malili.
Salah satu hal yang menjadi perhatian utama adalah pemutakhiran data warga asli Sorowako yang memiliki hak untuk berpartisipasi dalam proses organisasi KWAS. Berdasarkan data sementara yang dimiliki pengurus, jumlah wajib pilih tercatat kurang lebih 3.300 orang yang tersebar di empat kecamatan tersebut.
Dalam siaran persnya, Minggu (27/09/2026) ketua KWAS, Andi Baso Makmur mengungkapkan pemutakhiran data dinilai penting untuk memastikan bahwa proses pemilihan nantinya dapat berlangsung dengan basis data yang tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh warga asli Sorowako.
Selain persoalan data, pengurus juga memandang perlu memberikan ruang dan waktu yang cukup bagi warga yang berminat mencalonkan diri sebagai Ketua maupun Wakil Ketua KWAS untuk mempersiapkan diri, termasuk menyampaikan visi, misi, serta mendapatkan dukungan dari masyarakat sesuai mekanisme organisasi.
Atas pertimbangan tersebut, pengurus KWAS periode 2022–2027 yang di nahkodai Andi Baso Makmur (ABM), sebagaimana posisi kepengurusan yang selama ini dijalankan dan menjadi dasar administrasi pengurus, merencanakan pembentukan Panitia Persiapan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua KWAS empat bulan sebelum berakhirnya masa kepengurusan tersebut.
Langkah tersebut juga disebut sebagai bagian dari upaya pengurus untuk menjalankan proses pergantian kepemimpinan secara tertib, terencana, dan tidak tergesa-gesa, sehingga seluruh tahapan dapat dipersiapkan dengan baik.
Rencana tersebut, Andi Baso yang didampingi sejumlah pengurus, sejalan dengan hasil rekomendasi Muspika Kecamatan Nuha dan Kesbangpol Kabupaten Luwu Timur dalam rangka menjaga situasi tetap kondusif serta memberikan kesempatan kepada seluruh pihak untuk mempersiapkan proses organisasi secara bersama-sama.
“ Kami ingin proses pergantian kepemimpinan KWAS dilakukan dengan tertib dan memberikan kesempatan yang sama kepada warga yang ingin berkontribusi. Yang paling penting adalah data warga harus dimutakhirkan terlebih dahulu, karena pemilih kita tersebar di empat kecamatan dan jumlahnya kurang lebih 3.300 orang,”* ujar ABM sapaan akran Andi Baso Makmur
Pengurus juga mengimbau seluruh warga dan anggota KWAS agar menahan diri, menghindari tindakan sepihak, serta mengedepankan komunikasi dan musyawarah dalam setiap tahapan yang berkaitan dengan organisasi.
KWAS, menurut pengurus, bukan semata-mata mengenai pergantian jabatan, tetapi merupakan wadah yang dibangun untuk menjaga kerukunan, persaudaraan, dan kepentingan bersama warga asli Sorowako. .
Karena itu, setiap proses menuju pergantian kepemimpinan diharapkan dapat dilaksanakan dengan mengedepankan AD/ART organisasi, data anggota yang akurat, keterbukaan, musyawarah, serta rekomendasi dan hasil koordinasi dengan unsur pemerintah dan pihak terkait.
“ Jangan sampai karena perbedaan pandangan mengenai proses pemilihan, hubungan persaudaraan warga Sorowako justru menjadi terpecah. Kita berharap semua pihak memberikan kesempatan kepada proses persiapan berjalan dengan baik. Setelah data siap dan tahapan organisasi terpenuhi, pemilihan dapat dilaksanakan secara tertib dan diterima bersama,”imbuhnya.
Pengurus KWAS menyatakan tetap membuka ruang komunikasi kepada seluruh pihak yang memiliki kepentingan terhadap keberlangsungan organisasi, dengan tujuan utama menjaga persatuan dan kerukunan warga asli Sorowako..
“ KWAS adalah rumah bersama. Pergantian kepemimpinan harus menjadi momentum memperkuat persaudaraan, bukan menjadi sumber perpecahan.” pungkas ABM. (Lt/sps/ris)






