Malili, Lutimterkini- Pemantauan ketat aktifitas pasar di Luwu Timur mulai dieefektifkan menyusul ” Gerakan Pasar Bermasker” yang digaungkan pelaksana tugas kepala dinas kesehatan Luwu Timur, dr. Rosmini Pandin. Gerakan ini disambut positif pengunjung dan pedagang pasar tradisonal Malili dalam upaya menekan laju penularan covid-19.
Pantauan Lutimterkini.com, Kamis (23/04/2020) pagi tadi di pasar tradisional Malili menunjukkan adanya pengawasan ketat bagi pengunjung dan pedagang pasar yang diwajibkan mengenakan masker.
Sejumlah pengunjung yang tidak menggunakan masker dilarang masuk ke pasar tradisonal Malili yang terletak di desa Baruga kecamatan Malili itu. ” Pak, mohon kenakan masker jika ingin masuk ke dalam pasar,” imbuh salah seorang staf desa Baruga melalui pengeras suara.
Langkah yang sama juga ditempuh sejumlah personil Satpol PP Luwu Timur yang berjaga-jaga di beberapa titik dan akses masuk ke pasar tradisional Malili. Beberapa pengunjung tertahan di portal yang terpasang pembatas besi karena tidak mengenakan masker. ” Maaf bu, tolong maskernya dipasang jangan hanya digantung di leher,” imbau salah seorang personil Satpol PP kepada salah seorang pengunjung pasar.
Terpisah, kepala desa Baruga kecamatan Malili, Roy Mursyam yang dikonfirmasi pewarta Lutimterkini.com mengungkapkan himbauan kepada pedagang dan pengunjung pasar tradisional Malili sudah dilakukannya sejak beberapa pekan lalu. ” Kami sendiri (kepala desa ketua BPD) yang turun langsung ke pasar menyampaikan himbauan agar warga mengenakan masker jika berada di area pasar. Himbauan ini kami tempuh untuk memutus mata rantai penularan virus corona,” tutur Roy Mursyam. (LT/ACS).






