Lutimterkini- Morowali — PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) Site Morowali meluncurkan Program Beasiswa Mota’u sebagai bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di bidang pendidikan. Lewat inisiatif tersebut, perusahaan menargetkan perluasan akses pendidikan tinggi bagi generasi muda di wilayah pemberdayaan sekaligus memperkuat fondasi sumber daya manusia yang mendukung kemajuan Morowali dalam jangka panjang. Program ini berpijak pada pandangan bahwa pembangunan berkelanjutan tidak semata bertumpu pada investasi dan infrastruktur, melainkan juga pada kualitas generasi muda yang akan menjadi penggerak pembangunan daerah.
Beasiswa Mota’u menyasar mahasiswa dari 13 desa wilayah pemberdayaan di Kabupaten Morowali yang tengah menempuh jenjang Strata 1 (S1), Diploma IV (D4), maupun Diploma III (D3) di sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Penamaan “Mota’u” dipilih untuk merepresentasikan semangat masyarakat lokal dalam terus belajar, berkembang, dan melangkah maju. Program ini tidak sekadar memberi bantuan biaya pendidikan, tetapi dirancang sebagai investasi jangka panjang untuk melahirkan talenta muda yang kelak menggerakkan kemajuan daerah.
Tahapan sosialisasi dan pendaftaran berlangsung sejak Mei 2026 dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Peserta kemudian melewati serangkaian seleksi bertahap dan transparan, mulai dari verifikasi administrasi, penilaian dokumen, tes tulis, hingga wawancara. Guna memastikan seleksi berjalan objektif dan tepat sasaran, pelaksana program juga melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan penerima Beasiswa Mota’u benar-benar mahasiswa yang berasal dari area pemberdayaan PT Vale Site Morowali.
Program ini turut melibatkan pemerintah daerah agar penerima Beasiswa Mota’u PT Vale tidak sekaligus menerima beasiswa serupa dari pemerintah daerah. Langkah itu dilakukan untuk mencegah tumpang tindih bantuan pendidikan sekaligus menjamin pemerataan manfaat program. Dengan mekanisme tersebut, penerima beasiswa tidak hanya dinilai dari capaian akademik, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan, komitmen terhadap pengembangan diri, serta potensi kontribusi bagi masyarakat dan daerah asalnya.
Komite program menetapkan 19 mahasiswa sebagai penerima Beasiswa Mota’u angkatan perdana setelah melalui rangkaian seleksi yang ketat. Pada awal September 2026, penyaluran dana beasiswa dimulai kepada para mahasiswa yang berasal dari wilayah lingkar operasional dan tengah menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Asharul, Senior Coordinator Stakeholder Relation PT Vale Site Morowali, menuturkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diwujudkan lewat investasi industri dan pengembangan infrastruktur. Dia menilai pembangunan kualitas manusia merupakan landasan utama untuk menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. Asharul menyatakan, melalui Beasiswa Mota’u, pihaknya ingin memastikan putra-putri terbaik Morowali memperoleh kesempatan lebih luas untuk mengakses pendidikan tinggi. Perusahaan, lanjutnya, meyakini pendidikan merupakan fondasi utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang kompeten, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Beasiswa Mota’u diharapkan berkembang menjadi ekosistem pembinaan talenta daerah yang berkesinambungan ke depan. Selain dituntut berprestasi di bidang akademik, para penerima bantuan ini juga dibentuk agar dapat berperan sebagai penggerak perubahan yang membawa ilmu, gagasan baru, dan manfaat baik untuk tempat asal mereka. Perusahaan berusaha untuk senantiasa bertumbuh dan maju bersama warga melalui Beasiswa Mota’u. Menurut perusahaan, modal yang paling berharga tidak terbatas pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada anak-anak muda yang kelak akan menjadi penentu arah kemajuan Morowali. Lewat program PPM di sektor pendidikan tersebut, diharapkan muncul generasi terbaik yang dapat menjadi penggerak bagi pembangunan, inovasi, dan kesejahteraan wilayah di kemudian hari.
Sumber: rakyatku.com






