Lutimterkini- Tomohon — Sekolah Luar Biasa (SLB) Damai GMIM Tomohon kembali dipercaya menerima Program Revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk tahun kedua secara berturut-turut. Kepala Sekolah Ginny Ponoman, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan pada tahun 2025 dan 2026 ini.
Pada tahun 2026, bantuan yang diterima bernilai lebih dari Rp1,5 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk rehabilitasi asrama, dapur, dan toilet. Sebelumnya, pada 2025, sekolah ini juga mendapat bantuan sekitar Rp2,2 miliar yang digunakan bagi pemulihan ruang belajar serta sejumlah sarana pendukung lainnya. Ginny menyampaikan hal itu ketika ditemui awak media di lingkungan sekolah belum lama ini.
Pekerjaan revitalisasi tahun 2026 sudah dimulai sejak awal September. Hingga kini, progresnya mencapai 30 persen. Target penyelesaian ditetapkan dalam 150 hari kerja, atau sekitar akhir Desember 2026. Proyek tersebut dikerjakan sepenuhnya dengan pengawasan yang dilakukan secara ketat oleh Kemendikdasmen, Dinas Pendidikan Daerah Sulawesi Utara, konsultan teknis, dan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).
Ginny menegaskan bahwa seluruh pekerjaan mengikuti petunjuk teknis yang berlaku. Menurutnya, tidak ada ruang bagi penyimpangan dari ketentuan yang telah ditetapkan. Ia menilai dukungan dua tahun berturut-turut ini merupakan bentuk penghargaan atas kualitas pelaksanaan program pada tahun sebelumnya yang dinilai baik oleh Kemendikdasmen. Ia juga menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan Presiden Prabowo Subianto melalui kementerian tersebut.
SLB Damai GMIM Tomohon kini menangani 53 pelajar Tuna Rungu yang tersebar dari tingkat SD, SMP, sampai SMA. Dalam beberapa tahun terakhir, para lulusannya mencatat berbagai capaian. Ada yang melanjutkan ke perguruan tinggi, meraih gelar sarjana, bekerja di instansi pemerintah maupun swasta, bahkan kembali mengabdi sebagai guru di sekolah itu. Ginny menambahkan bahwa fokus pembinaan memang diarahkan pada siswa Tuna Rungu, sementara peningkatan mutu pembelajaran tetap menjadi prioritas utama.
Kepercayaan sekolah untuk terus maju turut ditopang oleh ketersediaan tenaga pendidik yang mumpuni. Pemerintah juga menyediakan sarana pembelajaran seperti papan panel dan akses internet. Selain itu, para siswanya menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan mewakili Sulawesi Utara pada sejumlah kompetisi di Jakarta.
Kepala Bidang Pembinaan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan Daerah Sulawesi Utara, Melinda Mamesah, S.Pd., M.AP., mengungkapkan bahwa pihaknya kini membina 44 SLB negeri dan swasta di provinsi itu, dengan mayoritas berstatus swasta. Sebanyak 15 SLB di antaranya telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kemendikdasmen guna menerima Program Revitalisasi 2026. Beberapa di antaranya bahkan sudah menembus progres pembangunan di atas 50 persen.
Melinda menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian Presiden Prabowo Subianto melalui Kemendikdasmen kepada SLB di Sulawesi Utara. Hal itu disampaikannya pada Jumat, 9 Oktober 2026, di Manado. Ia meyakini perbaikan sarana dan prasarana, termasuk penyediaan papan panel pembelajaran, akan mendongkrak kualitas proses belajar mengajar secara signifikan.
Melinda mengimbau warga agar tidak perlu ragu memasukkan anak berkebutuhan khusus ke SLB. Ia menegaskan bahwa kualitas pendidikannya sudah baik dan masa depan anak-anak akan terjamin. Khusus bagi SLB Damai GMIM Tomohon, ia memberikan apresiasi tersendiri karena berhasil menerima bantuan dua tahun berturut-turut. Ia menilai hasil tersebut sangat istimewa dan memperlihatkan bahwa performa tahun sebelumnya tergolong sangat bagus. Ia berpesan agar bangunan yang telah direhabilitasi dijaga dan dimanfaatkan sebaik mungkin.
Keberhasilan para lulusan SLB Damai yang telah menjadi sarjana, bekerja, dan berkarya dianggap sebagai bukti nyata kualitas pendidikan yang dijalankan. Capaian tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah lain untuk terus berprestasi.
Sumber: sulutnews.com






