Lutimterkini- Manado — Sulawesi Utara masih menghadapi kekurangan tenaga dokter umum dalam jumlah besar. Sebanyak 569 dokter umum dibutuhkan untuk mengisi layanan di rumah sakit maupun puskesmas yang tersebar di 15 kabupaten dan kota di provinsi ini.
Kebutuhan itu disampaikan Asisten I Pemerintah Daerah Sulut, Dr. Denny Mangala, M.Si., ketika mewakili Gubernur Yulius Selvanus, S.E., menutup Festival Sulut Sehat (FSS) di Mantos 3 Manado pada Sabtu malam, 7 November 2026. Menurut Mangala, persoalan kekurangan dokter menjadi perhatian serius pemerintahan Yulius Selvanus-Johanes Viktor Mailangkay lantaran berdampak langsung pada mutu pelayanan kesehatan, khususnya di puskesmas dan sejumlah rumah sakit.
Penutupan FSS sendiri turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Sulut dr. Rumah Sakit Prof. dipimpin oleh Lydia Tulus, M.Kes. Kandouw Prof. Dr. dr. Dr. Sterry Rampengan, M.Kes. merupakan ketua penyelenggara. Chaly Tirayoh, M.Kes., serta para kepala dinas kesehatan dari kabupaten dan kota. Festival yang digelar sejak Kamis, 5 November 2026, hingga Sabtu, 7 November 2026, itu dibuka Wakil Gubernur Dr. Johanes Viktor Mailangkay, S.H., M.H., serta ribuan pengunjung memadati lokasi pada malam berakhirnya kegiatan.
Guna menutup kebutuhan 569 dokter umum tersebut, Gubernur memperjuangkan berdirinya fakultas kedokteran baru di Universitas Negeri Manado (Unima) di Tondano. Fakultas itu telah memulai kuliah perdana dengan 48 mahasiswa. Selain Unima, ada Fakultas Kedokteran Universitas Katolik De La Salle Manado yang menerima sekitar 20 mahasiswa baru, serta Fakultas Kedokteran Universitas Klabat (Unklab) di Airmadidi, Minahasa Utara.
Mangala menegaskan bahwa terbukanya tiga fakultas kedokteran baru itu menjadi salah satu ikhtiar mengatasi kelangkaan dokter umum di Sulut. Ia mengakui Fakultas Kedokteran Unsrat sudah lama berdiri, tetapi belum sanggup mencukupi kebutuhan tenaga dokter. Ia berharap tambahan tiga fakultas kedokteran tersebut mampu memenuhi kebutuhan dokter umum pada masa mendatang.
Menurut Mangala, Gubernur menaruh perhatian besar pada pembangunan kesehatan sampai ke daerah terpencil. Hal itu tercermin dari tingginya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulut yang mencapai 76 serta angka harapan hidup 74 tahun. Ke depan, pelayanan kesehatan akan terus dibenahi, termasuk penambahan dokter umum, seiring pembangunan sejumlah rumah sakit dengan peralatan kesehatan canggih. Dengan begitu, warga Sulut tidak perlu lagi berobat ke luar daerah, bahkan Sulut diarahkan menjadi tempat layanan kesehatan bagi wisatawan asing yang berkunjung.
Gubernur dan Wakil Gubernur, lanjut Mangala, mengapresiasi penyelenggaraan FSS yang tahun ini memasuki tahun keempat. Ia menilai Dinas Kesehatan Sulut berhasil menggelar festival itu dan menarik ribuan pengunjung. Pemerintah daerah juga bangga karena FSS 2026 mengalami kenaikan 62 stan atau booth dibandingkan tahun 2025. Keikutsertaan rumah sakit, klinik kesehatan, apotek, perusahaan bidang kesehatan, serta dinas kesehatan kabupaten dan kota menunjukkan kemajuan pelayanan serta sarana dan prasarana kesehatan yang berkualitas. Mangala pun menilai stan dan peralatan kesehatan yang dipamerkan sudah baik.
Dalam sambutannya, Gubernur juga meminta pelayanan kepada pasien dilakukan secara humanis, baik, cepat, dan mudah, dengan menjunjung falsafah Sam Ratulangi “Sitou Timou Tumou Tou” atau manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain. FSS tahun ini sekaligus bertujuan mengedukasi warga agar tetap hidup sehat, berolahraga, dan memeriksa kesehatan secara berkala karena kesehatan yang baik merupakan fondasi kebahagiaan.
Kepala Dinas Kesehatan Sulut dr. Lydia Tulus melaporkan bahwa FSS tahun ini berlangsung tiga hari dan memperlihatkan pelayanan kesehatan melalui 62 stan atau booth yang ikut serta. Menurutnya, festival itu sukses berkat dukungan semua pihak, dengan berbagai lomba dan atraksi budaya. Setiap hari banyak warga datang, dan penyelenggaraan kali ini merupakan tahun keempat.
Ketua Panitia FSS 2026, Dr. dr. Chaly Tirayoh, M.Kes., menyampaikan terima kasih kepada Gubernur melalui Wakil Gubernur Viktor Mailangkay yang hadir saat pembukaan pada Kamis, 5 November 2026, serta kepada Asisten I Dr. Denny Mangala yang menutup acara pada Sabtu malam, 7 November 2026. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada seluruh instansi pemerintah dan swasta, rumah sakit, klinik, apotek yang berpartisipasi, termasuk masyarakat yang mengunjungi stan dan booth. Penutupan kegiatan diakhiri dengan pembagian hadiah bagi puluhan juara dan sesi foto bersama.
Sumber: sulutnews.com






