Lutimterkini- Mamasa — Seorang pria lanjut usia bernama Petrus (78) harus melewati perjalanan berat demi mendapat layanan kesehatan. Warga Desa Baruru, Kecamatan Aralle, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, itu terpaksa ditandu sejauh sekitar 15 kilometer menuju puskesmas karena akses jalan di wilayahnya rusak parah.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (2/11) dan terekam kamera hingga viral di media sosial. Petrus ditandu dari rumahnya di Desa Baruru menuju perbatasan Desa Ralleanak Utara, titik terdekat yang bisa dijangkau kendaraan roda empat. Proses evakuasi memakan waktu sekitar tujuh jam karena warga harus berjalan kaki melintasi medan berbatu dan becek.
Aparat Desa Baruru, Habel, membenarkan kejadian itu. Ia menyebut Petrus mengalami pembengkakan pada kaki serta kerap merasakan sakit pinggang sehingga sulit bergerak. Kondisi itu membuat lansia tersebut mesti dibawa ke Puskesmas Aralle dengan cara ditandu, sebab kendaraan tidak mampu menjangkau permukiman warga.
Menurut Habel, jalan rusak menuju Desa Baruru bukan persoalan baru. Penduduk setempat sudah bertahun-tahun menghadapi kondisi serupa. Bahkan, sejumlah warga dilaporkan meninggal di tengah perjalanan ketika hendak ditandu menuju fasilitas kesehatan.
Ia menuturkan, kerusakan jalan sempat ditangani secara darurat dengan cara ditimbun sekitar empat bulan lalu. Namun perbaikan itu tidak bertahan lama. Setelah beberapa kali diguyur hujan, lubang-lubang kembali muncul dan kondisi jalan pulih seperti semula.
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat sejumlah pria dewasa bahu-membahu memikul tandu sederhana berbahan potongan bambu dan kain sarung. Tandu itu dilengkapi terpal untuk melindungi Petrus dari terik matahari maupun hujan. Warga bergantian memikul sepanjang perjalanan.
Dampak buruknya infrastruktur tidak hanya dirasakan saat ada warga sakit. Habel mengungkapkan, akses jalan yang memprihatinkan turut memengaruhi aktivitas perekonomian masyarakat. Kesulitan semakin terasa ketika warga membutuhkan penanganan medis darurat.
Habel berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki jalan menuju Desa Baruru. Ia menilai anggaran untuk program MBG dan Kopdes sebaiknya dialihkan lebih dulu ke pembangunan jalan. Jika tidak memungkinkan, dana desa dinilai bisa dikembalikan untuk membangun akses jalan tersebut.
Sumber: detik.com






