Lutimterkini- Manado — Kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulawesi Utara pada tahun 2026 tercatat melonjak hingga 108 persen jika dibandingkan dengan periode 2025. Angka tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Utara Devi Tanos usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IV DPRD Sulut pada Senin, 2 November 2027.
Devi menjelaskan bahwa lonjakan tersebut tidak terlepas dari peran penerbangan dari Korea Selatan. Jika sebelumnya jadwal penerbangan dari negara itu hanya empat minggu sekali, kini rute menuju Sulawesi Utara telah beroperasi setiap hari. Frekuensi penerbangan yang meningkat itulah yang disebutnya menjadi pemicu utama naiknya jumlah wisatawan asing.
Sementara itu, untuk wisatawan nusantara, Devi mengakui ada penurunan tipis. Meski demikian, ia menekankan bahwa upaya mendongkrak kunjungan domestik ke Sulawesi Utara tidak bisa dilakukan secara sepihak. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi lintas pihak, mulai dari maskapai penerbangan, para pelaku usaha, hingga masyarakat yang tinggal di sekitar destinasi wisata.
Devi juga menyoroti besarnya potensi pariwisata yang dimiliki Sulawesi Utara. Menurut dia, kekayaan destinasi yang ada menjadi keuntungan tersendiri bagi daerah. Karena itu, ia mendorong warga di kawasan wisata untuk turut menjaga kelestarian destinasi agar tetap menarik bagi pengunjung.
Ke depan, pengembangan sektor pariwisata di Sulawesi Utara diharapkan semakin diminati. Devi menegaskan bahwa tujuan tersebut hanya bisa tercapai bila seluruh pihak terkait menjalin kerja sama yang solid.
Sebagai informasi, data kunjungan wisatawan mancanegara Sulawesi Utara tahun 2026 mencapai 108 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPRD Sulut tersebut menjadi forum penyampaian capaian sekaligus rencana pengembangan pariwisata daerah.
Sumber: sulutnews.com






