Lutimterkini- Sangihe — Status Gunung Api Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, resmi dinaikkan ke Level II atau Waspada. Keputusan ini diambil menyusul meningkatnya aktivitas vulkanik gunung tersebut. Sebagai konsekuensinya, wisatawan dan masyarakat umum dilarang beraktivitas maupun mendekati kawasan dalam radius 3 kilometer dari gunung.
Laporan Pos Pengamatan Gunungapi Awu dari KESDM, Badan Geologi, PVMBG mencatat kondisi cuaca di kawasan gunung pada periode 5 November 2026 umumnya cerah, berawan, hingga hujan. Arah tiupan angin tercatat lemah menuju selatan dan barat daya. Suhu udara berada di kisaran 19-31 derajat Celsius dengan kelembaban 70-80 persen. Volume curah hujan tercatat 6,4 mm per hari.
Dari pengamatan visual, Gunung Awu teramati dalam kondisi kabut 0-I hingga kabut 0-II. Kolom asap kawah bertekanan lemah tampak putih dengan intensitas tipis, mencapai ketinggian 20 meter di atas puncak kawah.
PVMBG mengimbau warga di sekitar Gunung Awu untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh isu-isu soal aktivitas gunung yang kebenarannya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga juga diminta mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Kenaikan status ini menjadikan Gunung Awu salah satu gunung api di Sulawesi Utara yang perlu mendapat perhatian lebih dari masyarakat dan pihak terkait. Pemantauan aktivitas vulkanik disebut terus dilakukan secara berkala oleh petugas pos pengamatan.
Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan gunung diharapkan tetap waspada tanpa perlu panik. Informasi resmi mengenai perkembangan Gunung Awu dapat diperoleh melalui pos pengamatan setempat.
Pemerintah daerah melalui BPBD setempat diminta aktif memberikan sosialisasi kepada warga terkait batasan radius yang telah ditetapkan. Langkah ini penting agar tidak ada warga maupun pendatang yang masuk ke zona berbahaya.
Dengan naiknya status ke Waspada, seluruh pihak diimbau mematuhi larangan beraktivitas dalam radius 3 kilometer demi keselamatan bersama.
Sumber: detik.com






