Lutimterkini– Wilayah Kabupaten Luwu Timur memiliki potensi panjang pantai 117,4 km yang terbentang dari Kecamatan Burau sampai dengan Kecamatan Malili, sangat potensial untuk budidaya rumput laut. Sesuai data dan informasi Potensi Lokasi Budidaya Rumput Laut berbasis data satelit yang dilansir LAPAN pada tahun 2019, bahwa Luwu Timur merupakan salah satu dari 7 (tujuh) lokasi yang sangat sesuai untuk budidaya rumput laut di Sulawesi Selatan dan Luwu Timur yang paling sesuai di Luwu Raya. Komoditi rumput laut merupakan komoditi ekspor.
Dalam ajang South Sulawesi Investment Challenge yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia bekerja sama dengan Dinas Penanaman Modal & PTSP proinsi Sulawesi Selatan Kabupaten Luwu Timur berhasil masuk nominasi 5 besar proposal Invesment Ready To Offer (IPRO). Kegiatan ini dikuti oleh 24 Kabupaten / Kota dimana masing-masing kabupaten / kota mengusulkan satu proposal proyek yang siap ditawarkan ke calon investor.
Dalam ajang tersebut kabupaten Luwu Timur mengusulkan proposal IPRO dengan judul “ INDUSTRI RUMPUT LAUT TERPADU”. Kepala dinas penanaman modal pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP) Luwu Timur, Andi habil Unru kepada Lutimterkini, Jumat (09/12/2022) mengungkapkan dengan masuknya nominasi proposal yang diusulkan oleh kabupaten Luwu Timur diharapkan adanya investor untuk melakukan investasi di sektor pengelolaan rumput laut.
Habil menguraikan adapun potensi rumput laut kabupaten Luwu Timur adalah 30.000 ton per tahun dengan pemanfaatan lahan baru 25 % dari luas lahan 13.832 Ha atau luas yang baru dikelola sebesar 3.458 Ha. “ Dengan potensi dan hasil produksi yang begitu besar diharapkan adanya investor untuk melakukan pengembangan di sektor perikanan khususnya di komoditi rumput laut ini.” Tandas Habil.
Sementara itu Kepala Dinas Perikanan Luwu Timur, Alimuddin Nasir menjelaskan, Rumput Laut Luwu Timur terdiri dari rumput laut Gracillaria yang dipelihara di tambak, dan rumput Laut Cottonii yang dipelihara di laut. “ Budidaya rumput laut dilakukan dengan teknologi sederhana, sehingga mudah dilakukan oleh masyarakat Luwu Timur. Kemudian Usaha budidaya rumput laut cepat kembali modal usaha, hanya membutuhkan 4 bulan usaha pemeliharaan sudah kembali,” papar Alimuddin. (Lt/Acs)






