Lutimterkini- Pembangunan Matano Belt Road (MBR) ruas jalan yang menghubungkan desa Ussu- Matano di Luwu Timur hingga batas Sulawesi Tengah secara resmi dimulai. Hal ini ditandai dengan penekana tombol oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Senin (22/12/20235) di desa Ussu kecamatan Malili.
Groundbreaking ini dilakukan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, yang ditandai dengan penekanan tombol bel sebagai simbol dimulainya pembangunan jalan strategis tersebut.
Matano Belt Road merupakan ruas jalan vital yang menghubungkan Malili dengan kawasan Matano serta menjadi bagian dari koridor penghubung menuju Provinsi Sulawesi Tengah.
Kehadiran jalan ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, mendukung kelancaran mobilitas orang dan barang, sekaligus memperkuat keselamatan dan efisiensi lalu lintas melalui penyediaan infrastruktur jalan yang memenuhi standar teknis dan berkelanjutan.
Gubernur Sudirman menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh PT Vale Indonesia untuk mendanai pembangunan ruas jalan ini melalui dana CSR emiten pertambangan Nikel yang beroperasi di Luwu Timur itu.
“ kami mengucapkan terima kasih banyak kepada PT Vale karena ini salah satu kontribusi paling besar nantinya untuk Luwu Timur. Jalan ini menghubungkan Malili menuju Nuha yang tadinya harus menyeberang, namun sekarang sudah ada alternatif yang bisa menjadi akses utama ke depannya,” ujar Gubernur Sudirman.
Menurut Gubernur, kehadiran Matano Belt Road dapat mempermudah akses masyarakat, menghubungkan Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan ke Sulawesi Tengah, serta menjadi pilihan jalur utama bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung distribusi hasil pertanian dan aktivitas perdagangan di Kota Malili.
Di kesempatan ini, wakil bupati Luwu Timur Hj Puspawati Husler menegaskan bahwa Matano Belt Road Project bukan sekadar pembangunan ruas jalan yang menghubungkan Ussu, Nuha, hingga batas Provinsi Sulawesi Tengah. Lebih dari itu, proyek ini akan membuka akses kawasan pesisir Danau Matano yang selama ini memiliki potensi besar namun belum terhubung secara optimal.
“Pembangunan jalan di sepanjang pesisir Danau Matano tidak hanya memperpendek jarak dan waktu tempuh, tetapi juga memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta membuka ruang-ruang ekonomi baru berbasis pariwisata alam, ekonomi kreatif, dan UMKM lokal,” kata Puspawati.
Sementara itu, Chief of Operation PT Vale Indonesia Tbk, Abu Ashar, berharap pembangunan Matano Belt Road dapat berjalan dengan baik dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
“Ini adalah bukti komitmen PT Vale Indonesia. Kami melihat bahwa dengan pembangunan ini nantinya dapat digunakan dengan baik, meningkatkan perekonomian di Luwu Timur karena jalur transportasi yang semakin bagus dan efisien,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan, meskipun suatu saat PT Vale Indonesia tidak lagi beroperasi di Luwu Timur, setidaknya akan ada infrastruktur yang tertinggal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Semoga ke depannya pembangunan ini benar-benar bermanfaat. Walaupun nantinya PT Vale sudah tidak lagi ada di Luwu Timur, paling tidak ada yang tertinggal dan bisa kita kenang,” imbuh Abu Ashar.
Grounbreaking ini ditutup dengan penandatangan perjanjian kerjasama antara PT. Vale Indonesia Tbk. dengan Pemerintah Provinsi Sulsel tentang Pembangunan Matano Belt Road di Kabupaten Luwu Timur. (Lt/sps/acs)






