Lutimterkini- Parepare — Kabut asap yang menutupi langit Kota Parepare, Sulawesi Selatan, semakin tebal pada Rabu (14/10/2026). Penurunan kualitas udara ini memaksa Pemerintah Kota Parepare bergerak cepat melindungi warga, terutama kelompok anak usia sekolah. Hasilnya, kegiatan belajar mengajar untuk jenjang taman kanak-kanak, sekolah dasar, dan sekolah menengah pertama dialihkan ke mode daring selama dua hari.
Keputusan tersebut diambil Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, usai memimpin rapat bersama Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta dua pimpinan rumah sakit daerah, yakni Direktur RSUD Andi Makkasau dan Direktur RS Hasri Ainun Habibie. Menurut Tasming, pembelajaran jarak jauh akan diberlakukan mulai Kamis dan Jumat untuk seluruh siswa yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan setempat.
Tasming menjelaskan bahwa kebijakan ini tidak serta-merta berakhir dalam dua hari. Pihaknya akan terus memantau perkembangan kualitas udara untuk menentukan langkah selanjutnya. Ia menyatakan bahwa untuk hari Senin dan seterusnya, pemerintah masih akan mengevaluasi kondisi udara sebelum memutuskan apakah sekolah bisa kembali tatap muka atau tetap daring.
Wali kota juga mengakui bahwa kebijakan sekolah daring berpotensi memunculkan kekhawatiran di kalangan orang tua, khususnya soal pengawasan anak selama belajar di rumah. Meski demikian, ia menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan pelajar menjadi prioritas utama di tengah memburuknya kondisi udara. Tasming menilai bahaya bagi anak-anak sangat nyata mengingat kualitas udara kota yang sudah masuk kategori buruk, sehingga pembelajaran daring dianggap sebagai langkah paling aman.
Selain mengatur pendidikan, Pemkot Parepare memperkuat penanganan dampak kesehatan melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan dua direktur rumah sakit. Tasming menyampaikan bahwa mulai besok seluruh kepala puskesmas akan melakukan pembagian masker secara masif kepada masyarakat.
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Selatan menunjukkan konsentrasi partikel halus PM2,5 di udara Parepare mencapai 131,3 mikrogram per meter kubik. Angka itu tergolong dalam kategori tidak sehat. Pantauan di beberapa kawasan memperlihatkan kabut asap kian pekat, bahkan dari ketinggian asap menyelimuti perkotaan hingga membatasi jarak pandang.
Dampak kabut asap tidak hanya dirasakan pada sektor kesehatan dan aktivitas warga. Kelancaran alur pelayaran di wilayah Parepare turut terganggu akibat terbatasnya jarak pandang. Pemerintah kota mengimbau masyarakat memakai masker saat beraktivitas di luar rumah dan mengurangi kegiatan di ruang terbuka selama udara masih buruk. Warga juga diminta mengikuti informasi resmi terkait kualitas udara dan kebijakan pemerintah selama kabut asap masih menyelimuti Kota Parepare.
Sumber: rakyatku.com






