Lutimterkini- Jakarta — Kabar duka datang dari lingkungan Tentara Nasional Indonesia. Mantan Panglima TNI Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto, yang akrab disapa Widodo AS, meninggal dunia. Jenazahnya dijadwalkan dimakamkan melalui upacara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, pada Minggu (25/10) pukul 13.30 WIB.
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal TNI Muhammad Nas membenarkan informasi tersebut. Ia menyatakan seluruh jajaran TNI turut berduka atas kepergian tokoh militer itu. Nas juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi almarhum agar mendapat akhir hidup yang baik.
Widodo AS dikenal sebagai perwira yang menorehkan sejarah penting dalam tubuh TNI. Ia merupakan Panglima TNI pertama yang berasal dari matra Angkatan Laut. Pria kelahiran Boyolali, Jawa Tengah, 1 Agustus 1944 itu merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 1968 dan menghabiskan sebagian besar kariernya di lingkungan TNI AL.
Sebelum dipercaya memimpin TNI, Widodo menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Laut pada 26 Juni 1998 sampai 17 Juli 1999. Pada 1999, Presiden B.J. Habibie mengangkatnya sebagai Wakil Panglima ABRI. Kemudian pada Oktober 1999, Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menunjuknya sebagai Panglima TNI, posisi yang diembannya hingga Juni 2002.
Setelah pensiun dari dunia militer, Widodo AS tetap aktif mengabdi di ranah pemerintahan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mempercayakannya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Ia menjabat pada 21 Oktober 2004 hingga 20 Oktober 2009, dengan tugas mengoordinasikan kebijakan pemerintah di sektor politik, keamanan, dan hukum.
Pengabdiannya berlanjut ketika ia duduk sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden untuk periode 2009–2014. Sepanjang kariernya, Widodo AS tercatat sebagai salah satu tokoh militer dengan rekam jejak panjang, baik di institusi TNI maupun dalam struktur pemerintahan.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar TNI dan masyarakat. Upacara militer di TMP Kalibata menjadi bentuk penghormatan terakhir atas jasa-jasanya bagi bangsa dan negara.
Sumber: Katadata





