Lutimterkini- Muna — Warga Kelurahan Kolasa, Kecamatan Parigi, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, dihebohkan oleh kemunculan seekor ular piton berukuran sekitar lima meter yang memangsa babi peliharaan. Peristiwa yang berlangsung sejak Rabu (23/9) itu berujung pada kematian si ular setelah ditebas parang oleh sejumlah warga setempat.
Pani, warga berusia 35 tahun yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian, menuturkan bahwa ular tersebut pertama kali terlihat pada pagi hari di area belakang rumah warga. Saat itu, reptil besar itu sedang melilit seekor babi, namun belum sempat menelan mangsanya karena kepergok oleh adik ipar Pani. Menurut Pani, binatang melata itu langsung melarikan diri dan meninggalkan babi yang sudah dililitnya.
Setelah piton itu pergi, babi tersebut kemudian diikat pada sebuah batang pohon oleh warga. Ternyata ular itu kembali lagi pada sore harinya. Ketika ditemukan oleh suami Pani bersama keluarganya, piton tersebut sudah menelan babi yang diikat tadi. Kondisi itu membuat ular tidak bisa bergerak leluasa karena babi masih terikat di pohon.
Pani mengungkapkan bahwa dirinya sempat meminta suaminya merekam momen tersebut menggunakan ponsel. Pria itu bersama sepupunya kemudian mengeksekusi ular yang telah memangsa babi. Keduanya merupakan orang yang berada di balik perekaman video yang belakangan tersebar luas.
Rekaman yang beredar memperlihatkan piton berada di antara semak-semak dengan perut membesar. Seorang pria terlihat berusaha menebas bagian kepala ular menggunakan parang. Pada potongan video lain, ular itu sudah tak bernyawa dan tergeletak di pinggir jalan dengan luka akibat sabetan senjata tajam di bagian kepala.
Pani menyebut kawasan belakang rumahnya masih berupa rawa dan hutan, sehingga tidak jarang menjadi jalur lintasan berbagai jenis ular. Pengalaman pahit pernah dialami keluarganya beberapa tahun silam. Pani mengaku lupa persisnya kapan, namun saat itu keponakan suaminya diserang piton pada malam hari hingga mengalami luka gigitan di bagian lutut.
Dari sisi ukuran, ular yang tewas tersebut diperkirakan memiliki panjang sekitar lima meter. Pani memastikan bahwa piton itu sudah mati setelah ditebas warga. Informasi mengenai panjang dan kondisi ular tersebut disampaikan Pani saat dikonfirmasi awak media pada Sabtu (26/9).
Kejadian ini menjadi pengingat bagi warga di sekitar kawasan pinggiran hutan dan rawa untuk lebih waspada terhadap potensi kemunculan ular berbisa maupun piton. Warga berharap ada perhatian dari pihak terkait agar kejadian serupa tidak kembali menimpa penghuni permukiman.
Sumber: detik.com






