Lutimterkini- Tahuna — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kepulauan Sangihe tengah mempersiapkan pendistribusian logistik untuk Pemilihan Kepala Desa serentak yang dijadwalkan berlangsung 21 Oktober 2026. Pesta demokrasi tingkat desa tersebut akan digelar di 12 kecamatan yang mencakup 117 desa di wilayah Sangihe.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas PMD, Athia Taidi, menyatakan bahwa pihaknya saat ini sedang memfokuskan perhatian pada penyiapan seluruh kebutuhan logistik pemilihan. Distribusi barang-barang tersebut direncanakan berjalan bertahap pada 7 hingga 15 Oktober 2026. Taidi menekankan pentingnya memastikan semua kebutuhan pemilihan sudah tiba di masing-masing wilayah sebelum hari pemungutan suara digelar.
Menurut Taidi, pendistribusian logistik bukan hanya menyasar desa-desa di wilayah daratan, tetapi juga menjangkau desa yang berada di kawasan kepulauan. Kondisi geografis Sangihe yang tersebar di banyak pulau menjadi tantangan tersendiri yang harus diperhitungkan secara cermat. Ia menyampaikan hal tersebut saat ditemui di kantornya pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Untuk menjamin kelancaran dan keamanan proses distribusi, PMD akan menggandeng TNI dan Polri, khususnya dalam pengawalan logistik menuju wilayah kepulauan dan daerah perbatasan. Taidi menyebut koordinasi dengan kedua institusi keamanan tersebut sudah dilakukan. Menurutnya, pengawalan sangat krusial terutama untuk wilayah pulau-pulau dan daerah perbatasan seperti Kecamatan Marore agar logistik dapat sampai dengan aman dan tepat waktu.
Taidi menambahkan bahwa pihaknya tidak menginginkan adanya hambatan teknis yang mengganggu jalannya Pilkades serentak. Karena itu, komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak terus dijalin, termasuk dengan panitia pemilihan di setiap desa. PMD tidak hanya mempersiapkan kebutuhan logistik, tetapi dalam waktu dekat juga akan menyelenggarakan acara peluncuran Pilkades yang melibatkan para calon Kapitalaung. Kegiatan itu merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan kesiapan seluruh pihak yang berperan dalam perhelatan demokrasi desa.
Bagi Taidi, Pilkades bukan semata agenda memilih kepala desa. Ia menilai ada tanggung jawab besar di dalamnya untuk melahirkan pemimpin terbaik di setiap desa. Karena itu, seluruh tahapan harus dikawal bersama agar pelaksanaannya berjalan aman, tertib, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia pun berharap semua calon Kapitalaung, panitia pemilihan, pemerintah desa, aparat keamanan, serta warga dapat bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif hingga hari pemungutan suara tiba. Taidi juga menginginkan seluruh tahapan berjalan lancar sampai tanggal 21 Oktober nanti. Hal terpenting menurutnya adalah masyarakat bisa menyalurkan hak pilihnya dengan aman dan proses pemilihan mampu menghasilkan pemimpin desa yang benar-benar menjalankan amanah masyarakat.
Sumber: sulutnews.com






