Lutimterkini- Ketapang — Aparat kepolisian Resor Ketapang, Kalimantan Barat, tengah memburu seorang perempuan berinisial RO yang diduga melakukan penganiayaan terhadap anak kandungnya sendiri. Korban diketahui masih berusia empat tahun. Kasus ini mencuat setelah rekaman kamera pengawas atau CCTV beredar luas di media sosial dan memperlihatkan aksi kekerasan tersebut.
Rekaman itu menunjukkan RO menampar wajah anaknya, lalu menendang tubuh korban sebanyak tiga kali. Bahkan ketika anak malang itu sudah jatuh di lantai, pelaku masih melancarkan dua tendangan tambahan. Anak tersebut tampak menangis dan tidak mampu melawan. Selain kekerasan fisik, dalam rekaman juga terdengar ibu itu mengucapkan kata-kata kasar kepada buah hatinya.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Rabu, 4 November, sekitar pukul 11.50 WIB. Lokasinya di Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang. Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang menangani dugaan tindak pidana kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga yang menimpa bocah empat tahun tersebut.
Putra menjelaskan, hingga kini jajarannya masih melakukan upaya pencarian guna mengetahui keberadaan terlapor RO. Polisi belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai motif di balik tindakan keji itu. Namun, penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap kasus ini secara tuntas.
Kasus kekerasan terhadap anak kembali menjadi sorotan publik di Ketapang. Warganet yang melihat rekaman tersebut ramai-ramai mengecam perbuatan RO dan mendesak aparat segera menangkap pelaku. Banyak pula yang berharap korban mendapat perlindungan dan pendampingan psikologis.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan RO atau memiliki informasi terkait kasus ini agar segera melapor ke kantor polisi terdekat. Aparat juga menegaskan komitmennya untuk menindak tegas segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga, terlebih yang korbannya adalah anak di bawah umur.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari keluarga korban maupun pihak terkait lainnya. Lutimterkini.com akan terus memantau perkembangan kasus ini.
Sumber: CNN Indonesia






