Lutimterkini- Takalar — Pemerintah Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, membuka kemungkinan menambah jumlah bantuan pembangunan sumur bor pada 2027. Rencana pengembangan itu akan dirumuskan dengan mempertimbangkan hasil evaluasi program yang sudah berjalan, tingkat keberhasilan, kebutuhan warga, serta kapasitas anggaran daerah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Takalar Budiar Rosal Saleh menyampaikan bahwa peluang perluasan program tersebut tetap terbuka. Namun, keputusan akhirnya bergantung pada sejumlah faktor, mulai dari evaluasi pelaksanaan hingga kemampuan keuangan daerah. Hal itu ia sampaikan kepada awak media pada Senin, 26 Oktober 2026.
Menurut Budiar, tolok ukur keberhasilan program sumur bor tidak cukup dilihat dari banyaknya unit yang dibangun. Yang lebih penting, kata dia, adalah seberapa besar manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Pemkab Takalar menargetkan fasilitas tersebut mampu menghadirkan akses air bersih yang bertahan dalam jangka panjang bagi warga.
Selain soal penambahan pembangunan, pemerintah daerah juga memberi perhatian pada pengelolaan sumur bor setelah pembangunannya rampung. Budiar menilai aspek keberlanjutan ini krusial sehingga perlu ada mekanisme yang jelas. Pengelolaan nantinya melibatkan pemerintah desa dan masyarakat sesuai skema yang ditetapkan, mencakup penanggung jawab operasional, pemeliharaan, hingga pembiayaan perawatan.
Ia juga menekankan pentingnya memastikan ketersediaan air sepanjang tahun. Caranya melalui pengukuran debit dan pemeriksaan kondisi air tanah, termasuk ketika musim kemarau datang. Hasil pengukuran itu akan dipakai sebagai dasar menilai apakah sumur bor mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara memadai.
Lebih lanjut, Budiar menyatakan pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipasi bila debit air mengalami penurunan. Upaya tersebut dinilai perlu agar sumur bor yang telah dibangun tetap bermanfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang. Pemerintah daerah, ujarnya, tidak ingin sekadar membangun sumur, tetapi juga memastikan ada langkah siaga ketika debit berkurang sehingga manfaatnya dapat dipertahankan.
Sebagai informasi, program bantuan sumur bor di Takalar menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam memperluas akses air bersih bagi warga. Evaluasi yang dilakukan mencakup aspek pembangunan, pemanfaatan, dan pengelolaan agar fasilitas yang telah tersedia tidak berhenti berfungsi setelah serah terima.
Sumber: detik.com






