Lutimterkini- Makassar — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi resmi melepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 dari Markas Komando Daerah Angkatan Laut VI (Kodaeral VI) di Makassar, Selasa (13/10/2026). Ekspedisi bertema “Bentang Lautan, Satukan Rupiah, Teguhkan Kedaulatan Negeri” ini akan menjangkau lima pulau di Sulawesi Selatan hingga 19 Oktober 2026. Bank Indonesia menyiapkan uang tunai senilai Rp25 miliar guna melayani penukaran uang bagi warga di kawasan kepulauan tersebut.
Program ERB sendiri sudah berjalan sejak 2012 sebagai hasil sinergi antara BI dan TNI Angkatan Laut. Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Selatan Rizki Ernadi Wimanda memaparkan bahwa selama 14 tahun penyelenggaraannya, sudah ada 150 kegiatan kas keliling yang digelar di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T). Jangkauannya pun disebut telah mencapai 766 pulau.
Rizki menyoroti sejumlah kendala dalam pendistribusian Rupiah. Kondisi geografis Indonesia yang berbentuk negara kepulauan menjadi tantangan tersendiri, belum lagi soal kualitas uang yang beredar di tengah masyarakat. Ia juga menyinggung penggunaan mata uang asing di beberapa kawasan perbatasan yang perlu menjadi perhatian. Karena itu, menurutnya, penyediaan uang layak edar mesti dibarengi dengan edukasi agar masyarakat semakin memahami cara memperlakukan Rupiah dengan semestinya.
Dalam pelaksanaan ERB tahun ini, rangkaian kegiatan juga mencakup pengumpulan uang logam dan uang tidak layak edar yang melibatkan komunitas Vespa. Adapun ekspedisi akan menggunakan KRI Marlin 877 dengan jalur pelayaran dari Makassar menuju Pulau Gondong Bali, Pulau Badi, Pulau Liukang Loe, Pulau Bahuluang, dan Pulau Selayar, lalu kembali ke Makassar. Perjalanan tersebut menempuh jarak sekitar 410 mil laut.
Fatmawati Rusdi menegaskan bahwa pemerataan akses terhadap Rupiah adalah bagian dari pembangunan yang inklusif. Ia menilai kondisi geografis Sulawesi Selatan yang memiliki banyak wilayah kepulauan seharusnya tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan penukaran uang. Menurutnya, ekspedisi ini memastikan Rupiah bisa diakses secara menyeluruh hingga pulau terluar dengan semangat kesetaraan dan kedaulatan yang inklusif.
Fatmawati juga mengapresiasi kerja sama BI dan TNI Angkatan Laut dalam menjangkau warga kepulauan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, lanjutnya, siap menopang upaya pemerataan akses Rupiah. Ia menyebut kerja sama Pemprov Sulsel dan BI selama ini turut diwujudkan lewat layanan penukaran uang menjelang Idulfitri, Natal, dan Tahun Baru.
Komandan Kodaeral VI Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz menyatakan bahwa pengerahan KRI Marlin 877 adalah bentuk dukungan TNI Angkatan Laut terhadap program BI. Kapal tersebut mengangkut 45 personel TNI Angkatan Laut, sementara BI menugaskan 15 personel untuk mengoperasikan layanan penukaran uang sepanjang ekspedisi. Rizki menambahkan, di lima pulau yang disinggahi, masyarakat bisa menukar uang lusuh dengan uang baru. Ia berharap uang sekitar Rp25 miliar yang disiapkan mampu mencukupi kebutuhan penukaran warga.
Selain layanan penukaran uang, ekspedisi ini dirangkai dengan berbagai kegiatan bakti sosial seperti pembagian sembako dan pemeriksaan kesehatan. TNI Angkatan Laut juga merencanakan open ship agar warga di pulau-pulau yang dikunjungi bisa mengenal lebih dekat kapal perang Indonesia. Ada pula pengumpulan uang logam, edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, serta ekspo mini bagi UMKM lokal. Melalui rangkaian itu, BI dan TNI Angkatan Laut berupaya memperluas akses layanan Rupiah sekaligus menghadirkan manfaat sosial bagi masyarakat kepulauan.
Sumber: suaracelebes.com






